Album Terbaru Black Brothers Bakal Diluncurkan

share on:
Personil Black Brothers pada masa jayanya (IST)

Jayapura (8/9)—Album terbaru Black Brothers dengan lagu bertajuk ‘Yayun Wambeso’ bakal  diluncurkan.  Peluncuran direncakan akan berlangsung di kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay di Pantai Hamadi, Jayapura, Papua, pada Jumat, 10 Agustus 2012.

Aiesh Rumbekwan, Managemet  Black Brothers mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi target peluncuran album terbaru Black Brothers. Diantaranya, Black Brothers tetap harus membahana. Menggunakan spirit itu untuk mendorong orang guna menciptakan perubahan bersama-sama dari sisi lingkungan.

Lelaki asal Biak ini menjelaskan, pembuatan kaset Black Brothers adalah sebuah ide lama yang sudah dipikirkan olehnya. Ide ini disampaikan kepada beberepa penyanyi Black Brothers pada satu kesempatan life konsert. Rumbekwan mengaku, dalam kesempatan itu, ia mencoba untuk memberikan dorongan dan mendesak mereka untuk membuat suatu album. Walaupun mereka adalah spirit dan inspirator yang telah lama ada dan mengemparkan dunia musik di tingkat nasional maupun internasional diera 70-an .

“Khusus untuk album ini, saya mendesak mereka untuk sama-sama bikin album. Jadi, waktu kami sepakat mereka set A kami disini set B. Kemudian kami mulai bangun kominukasi dengan beberapa personil,” kata Aiseh kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di kantor LMA Port Numbay di Pantai Hamadi Jayapura, Rabu (8/8).

Beberapa personil Black Brothers yang menjalin komunikasi, kata dia, adalah Beny Betay, Agus Rumaropen (almarhum) dan Stevi Mambor. Komunikasi juga dibangun via telpon dan surat elektronik (email) dengan manajer Black Brothers, Andy Ayemiseba di Australia. Dari komunikasi yang dibangun, mereka sepakat.

“Saya coba lagi untuk membangun komunikasi lagi dengan beberapa rekan untuk set A. Hanya saja mereka tidak sepakat. Karena waktu terus berjalan, personil Black Brothers langsung mengisi set B di Australia,” kata Aiesh lagi. Pasalnya,  Lanjut Aiesh, sejak awal, ide pembuatan album lahir dari pihaknya maka komunikasi kembali dibangun dalam sebuah payung Black Coconut’s yang akan mengakomodir karya yang akan dikembangkan kedepan.

Lanjut dia, ada dua album yang direncanakan akan diluncurkan. Pertama, album yang berjudul ‘Yayun Wambeso’ yang akan diluncurkan pada Jumat (10/8) nanti kemudian, album kedua suatu album berikut sama. “Album kedua maseternya sudah ada. Tapi, belum diproduksi,” ujarnya.

Melalui press realess yang diterima,album ini merupakan kepedulian dan kerinduan Black Brothers kepada warga Papua. Dalam bahasa daerah Papua, album ini dipersembahkan buat bapa dan mama, tanta dan om, bapade dan made, bapatua dan mamatua, saudara/I, dan adik-adik yang berada diwilayah paling timur ini. Selanjutnya, kepada seluruh andaitolan, kerabat, serta seluruh musisi anak Papua, baik akuistik, maupun elektrik di negeri dimana Black Brothers berasal.

Album kedua masternya sudah ada namun belum diperbanyak sehingga belum bisa diluncurkan. Namun, album akan diluncurkan. Kaset ‘Yayun Wambeso’ yang sudah disiapkan untuk diluncurkan sekaligus dijual sebanyak 1.000.00  album.

Produser album terbaru Black Brothers, Shel. S. Merauje mengatakan, peluncuran itu bertujuan menyampaikan kepada masyarakat bahwa sepotong sejarah yang lalu ingin diulas ulang. “Group yang legendaris ini kita sama-sama melihat kejayaan dan keemasannya dari waktu ke waktu dan bertahan sampai saat ini,” kata Merauje.

Merauje menandaskan, sepotong sejarah dari masa lalu itu harus dirajut kembali, sehingga masa kini dan masa kedepan, menyambung. Dengan demikian, orang mengenal bahwa group yang semenjak masa kanak-kanak didengar hingga remaja masih ada. Karya mereka yang membangkitkan orang Papua pada puluhan tahun silam. “Hal ini yang membuat saya terpanggil untuk mendukung sebagai prudser album ini,” ujarnya.

Peluncuran new album Black Brothers akan diprakarsai oleh produser dan managemet Black Coconut’s (Black Brothers, Black Papas dan Coconuts Band). Selanjutnya, didukung oleh Forum Peduli Port Numbay Green Peace, Papua Forest Peduli Port Numbay Green, CPA Tongrich (asal kampung injros), Greenpeace Papua, Papua Forest Watch dan Pelangi Production.  (Jubi/Abubar)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Album Terbaru Black Brothers Bakal Diluncurkan