Bunga Mawar Dari Tepung Sagu

share on:
Mama Marice Tomamba bersama bunga sagu hasil buah tangannya (Jubi/Musa)

Jayapura (27/8) —–  Sore  itu, Rabu, (15/8), Marice Tomamba serius menyulap tepung sagu menjadi bunga mawar. Beberapa bunga mawar tepung sagu enaka warna, buah tangan Marice terletak diatas meja.

 

Dari pantauan tabloidjubi.com, Marice terlihat terampil dan lincah membuat bunga mawar berbahan dasar tepung sagu. “Bagaimana, ada yang bisa saya bantu. Mari silahkan lihat bunganya,” kata Marice menyapa kedatanganku. Marice tak ragu menegur siapa saja yang mengunjungi standnya. Mudah menyebar senyum.

Mairce cepat akrab dengan siapa saja. Sesekali ia menyekah keringat yang mengalir diraut wajahnya.  Kami mulai bercerita mengenai mawar tepung sagu. Wanita paroh baya ini mengatakan, ia mulai menggeluti pekerjaan membuat bunga itu sejak tahun 2007 . Saat itu dia masih berada di Manokwari.  “Sejak tahun 2007, saya  coba belajar secara otodidat untuk membuat bunga mawar dari adonan tepung sagu. Tidak ada yang ajar. Saya belajar sendiri karena lihat orang lain bikin,” katanya.

Sebelum membuat mawar tepung sagu, ia mencoba membuat bunga plastik sabun. Dari bunga plastik kemudian beralih membuat mawar tepung sagu. Meskipun sedang bercerita, tetapi sepuluh jari jemari Mairce tetap menari-nari diatas adonan sagu yang ada depannya untuk menjadi bunga mawar.

Pada Maret 2011, Marice memutuskan untuk pindah dari Manokwari ke Jayapura. Ia pindah ke Jayapura karena suaminya pindah tugas. Suami Marice bertugas sebagai polisi. Tiba-tiba beberapa pengunjung bertandang ke standnya lalu menanyakan mawar tepung sagu buah tangannya. Cerita mawar tepung sagu sempat terhenti namun tak lama. Menurut Marice, alasan penggunaan bahan baku tepung sagu dikarenakan ingin memperkenalkannya kepada semua khayak umum.

Mawar tepung sagu mempunyai ciri khas tersendiri, berbeda dengan bungan lainnnya. “Saya hanya ingin hasil kerajinan ini menjadi ciri khas tersendiri. Saya pilih tepung sagu, karena sagu adalah satu-satunya makanan khas orang Papua.” Tepung sagu selain diolah menjadi papeda (makanan orang Papua) tapi juga bisa disulap menjadi bunga. Bahan pembuatan bunga tepung sagu, terdiri dari tepung sagu, sabun cair, handbody, lem, pewarna, spond, tusuk sate dan pot.

Istri seorang polisi ini menjelaskan, agar bisa mendapatkan tepung sagu yang siap dijadikan kelopak bunga mawar membutuhkan waktu berbulan-bulan. “Mama terus coba-coba bikin dia punya adonan agar bisa jadi kelopak mawar butuh waktu 6 bulan. Jadi mulai dari pilih tepung dan penangannya harus tepat. Karena, kalau saat salah dalam penangan tepung sagu untuk bahan dasar maka hasilnya rusak. Kalau sudah rusak, berarti sudah tidak  bisa digunakan untuk.”

Proses ini melatih kesabaran untuk tetap dan terus belajar untuk menghasilkan mawar sagu terbaik. Jika sudah berhasil menciptakan ramuan yang bisa diolah untuk menjadi kelopak mawar. Setelah kelopak berbentuk bunga dari tepung sagu berhasil. Langkah berikut ditempelkan dengan lem diatas tusuk sate. Kemudian dijemur diawah terik panas matahari selama satu hari. Untuk menjadi satu bunga, membutuhkan lima tusuk sate yang sudah tertempel kelopak bunga tepung sagu.

Sesudah dijemur, ditusuk diatas spond yang sudah dipotong bulat berbentuk pot. Kemudian dimasukan kedalam pot. Pekerjaan selanjutnya yaitu mewarnainya dengan perwarna yang telah disiapkan.  Kemudian kembali dijemur. Warna yang ditorehkan Marice dominan kunig dan merah mudah. Seusai dijemur, maka  bunga mawar tepung sagu siap menghiasi rumah. Mawar tepung sagu cocok ditaruh diatas meja tamu

Dalam pameran itu, Kebanyakan pengunjung yang datang ke standnya membeli buah tangan Marice. Perempuan asal Papua ini memasarkan satu pot bunga mawar tepung sagu seharga Rp. 50.000 untuk pot kecil. Sementara pot besar dijual dengan harga Rp. 100.000. Marice menambahkan, selain dipamerkan disitu, saban hari ia menjual bunga mawar tepung sagu bikinan tangannya tempat tinggalnya yang beralamat di Furia Kotaraja, Abepura, Jayapura. Ia menjual bunga itu guna untuk membantu suaminya membiaya kelangsungan hidup keluarga mereka. (Jubi/Abubar)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bunga Mawar Dari Tepung Sagu