Lohraap, Situs Sejarah Terlantar di Pulau Dom

share on:
Lohraap, Goa persembunyian tentara Jepang di Pulau Dom, Kota Sorong (Jubi/Roberth)

Sorong (4/10)—Pulau Dom, salah satu dari pulau bersejarah di Kota Sorong, Papua Barat. Pulau ini memiliki salah satu peninggalan Jepang, yakni Lohraap atau benteng pertahanan Jepang yang dibangun untuk menghadapi sekutu ketika masa perang dunia II.

 

Salah satu yang terpantau tabloidjubi.com, yakni Lohraap yang terletak di belakang rumah milik mantan Bestir (sekarang kepala distrik atau camat) ternama di Pulau Dom, Yonas Mambrasar. Almarhum Yonas Mambrasar menjadi Bestir sejak tahun 1965 di Pulau Dom.

Melalui anak keempatnya, Roby Mambrasar mengaku, sebenarnya dia sedih melihat kondisi benda bersejarah itu tanpa perawatan. Dia pun tahu kalau ada anggaran pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sorong untuk perawatan situs bersejarah, namun dana itu tak diturunkan atau diproyekan untuk perawatan.

“Waktu itu saya tanyakan kepada guide dari Jepang, saya tanya karena mengganggu halaman saya. Saya mau bongkar. Tapi guide Jepang bilang jangan dibongkar, karena ini sudah masuk situs sejarah. Sehingga setiap tahunnya itu ada bantuan dana ke Dinas Pariwisata untuk situs sejarah ini dilindungi,” kata Roby.

Dia juga tidak mengerti jika ada dana itu tidak diserahkan langsung ke pemilik halaman. “Jika diserahkan, kami bisa menjaga dan membersihkan serta merawat Lohraap itu,” ujar suami dari Helena Krey itu.

Pengakuan Roby, ada dana setiap tahun dari pemerintah Jepang, namun tidak sampai ke tangan mereka. Akibatnya ada beberapa yang dibongkar oleh masyarakat. Padahal setiap tahun turis dari Jepang datang ke Pulau Dom, sambil mengambil gambar. “Lebih banyak dari orang Jepang. Mereka foto sambil cerita masa lalu,” kata ayah dari Elina Mambrasar itu.

Dari penelurusan, Lohraap yang masih tersisa  ada 4 buah di pulau Dom, masing-masing di Rukun Kampung (RK) IV dua buah, RK I 1 buah, RK V 1 buah. Maria Malelen salah satu penduduk di Pulau Dom mengakui bahwa hampir setiap tahun banyak turis berkunjung ke Pulau Dom untuk melihat situs bersejarah itu. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lohraap, Situs Sejarah Terlantar di Pulau Dom