Masyarakat Singgri Minta Tenaga PPL

share on:
Otniel Yapsenang (Jubi/Mawell)

Jayapura (22/10)Sudah lama sejak 2009 hingga kini, Kampung Singgri, Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura tidak punya tenaga Pendamping Pertanian Lapangan (PPL). Hal ini membuat masyarakat kesulitan untuk  mendapatkan informasi dari  orang yang bisa menerima pengaduan masalah pertanian maupun memberikan solusi.

 

Hal ini diungkapkan Kepala Kampung Singgri, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura Otnyel Yapsenang kepada tabloidjubi.com, Minggu(21/10) di Kampung Singgri.

Kekuarangan tenaga PPL itu, menurut Otnyel Yapsenang, terjadi tiga tahun terakhir ini. “Tahun 2009, PPL ada di kampung ini. Mulai tahun 2010 sampai sekarang sudah tidak ada lagi PPL,”katanya.

Tidak adanya tenaga PPL ini, kata dia membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan informasi pemberantasan hama yang menyerang lahan kakao. “Kita tidak mempunyai pendamping, tidak ada tempat pengaduan penanganan bencana hama yang menyerang tanaman kakao,”kata Moses Ayakending.

Kalau hama menyerang tanaman, masyarakat hanya menghadapi kebingungan. Binggung melakukan pencegahan pada tanaman kakao yang belum kena hama. Bingung mengatasi hama pada kakao yang terserang. “Kita hanya bisa  binggung menghadapi hama yang ada,”katanya.

Dalam kebingungan itu, menurut Kepala Kampung, masyarakat mendapat informasi dari pemerintah panen semua kakao yang terkena hama. “Pemerintah usulkan kalau yang sudah panen terkena hama akan  hilang dengan sendirnyai,” kata Otnyel Yapsenang.

Masyarakat pun mengikuti petunjuk yang ada kata dia tidak mendapatkan hasil yang memadai. “Kami melakukan sesuai petunjuk dinas tapi hasilnya sama saja,” katanya.

Karena itu, kata dia masyarakat Singgri meminta perhatian Dinas Pertanian Kab. Jayapura. “Kami minta tenaga PPL. PPL ada suapaya masyarakat bisa mengadu masalah hama,” kata Otnyel Yapsenang.  (Jubi/Mawel)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Singgri Minta Tenaga PPL