Orang Tua Awasi Guru, Gara-gara Murid Tak Bisa Baca-Tulis dan Hitung

share on:

Jayapura (22/10)—-Pengalaman anak-anak lulus SD  tidak tahu membaca, menulis dan menghitung di Sekolah

Lanjutan Tingkat Pertama, menyebabkan  orang tua di Kampung Ayapo II, Kabupaten Jayapura terus  mengawasi pengabdian  guru-guru yang malas mengajar. Guru-guru harus berada di tempat dan tetap tinggal mengajar anak-anak.

 

“Anak-anak tidak bisa belajar satu hari saja rugi besar. Pelajaran dasar di SD harus bagus mengingat ada pengalaman buruk. Setelah tamat SD dan masuk ke Sekolah Lanjutan Pertama tidak bisa baca, tulis dan hitung,”kata Gerry Puhili Ketua RT 01, RW 3, Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kab. Jayapura, Papua, Sabtu (20/10).

Dia menambahkan orang tua selalu menegur guru yang malas melalui Kepala Sekolah demi menghindari pengalaman buruk di masa lalu. Orang tua kata dia juga ingin agar kualitas anak mereka dengan anak-anak di sekolah lain atau anak-anak kota tidak berbeda jauh atau ketinggalan.  “Kita jaga kondisi ini agar jangan terulang lagi dan kita men dorong agar sekolah ini tidak kalah dengan sekolah lain,”katanya.

Dia menambahkan demi mewujudkan keiginan peningkatan mutu sekolah, maka orang siswa berharap agar guru-guru tetap tinggal di tempat. “Guru-guru kami harapkan tinggal di tempat. Biar hujan kah atau cuaca buruk, mereka ada kemungkinan tidak datang. Kalau tinggal di tempat, tidak soal. Tinggal mengajar sekalipun hujan,”kata suami Agdamina Deda.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Persiapan Batu Putih, Hendelina Sati membenarkan pernyataan itu. “Memanb betuk kalau guru tidak datang, ada orang tua yang datang komplain ke sekolah,”katanya.

Apalagi kata dia tidak ada rumah guru di sekolah sehingga guru tidak tinggal dekat sekolah. “Rumah Guru tidak ada sama sekali. Semua guru tinggal di Kota kecuali beberapa guru honor,” katanya.

Kekurangan rumah guru ini, menurut Hendelina sudah menjadi pembicaraan dengan orang tua siswa. Guru dan Orang tua siswa telah sepakat berswadaya membangun rumah guru namun belum ada kepstian  kapan waktunya. “Orang tua pernah katakan mau swadaya namun belum ada kesepakatan pasti semuanya akan berjalan,”katanya. (Jubi/Mawel)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Orang Tua Awasi Guru, Gara-gara Murid Tak Bisa Baca-Tulis dan Hitung