Ada Kegelisahan di Pegunungan Tengah Papua Terkait Soal HIV

share on:

Jayapura (23/10)—Anggota Tim Asistensi KPA Provinsi Papua, Drs. Jhon Rahail mengakui, ada kegelisahan di masyarakat terkait persoalan HIV yang sekarang ini menjadi kegelisahan di wilayah pegunungan tengah Papua.

 

Hal itu ditangkap dari sejumlah uneg-uneg dan pertanyaan yang sinis, tetapi juga kuatir pada forum Sosialisasi Strategi Komunikasi (Strakom) Penanggulangan HIV Pegunungan Tengah Papua di Wamena baru-baru ini.

 

“Sebenarnya sudah terangkat di permukaan. Kekuatiran itu semakin tinggi ketika para pihak yang berkomitmen, untuk melakukan upaya itu, belum melakukan sesuatu yang optimal. Kita sudah melakukan tetapi belum luar biasa,” kata Jhon, Selasa, (23/10) di Jayapura.

 

Maka untuk upaya penanggulangan HIV dan untuk membuat masyarakat merasa nyaman. “Kita harus melakukan upaya penanggulangan HIV dengan pendekatan yang inovatif. Pendampingan dan penguatan yang betul-betul berada dan bersama masyarakat supaya kemudian apa yang masyarakat rasakan, itu bisa tumbuh kepercayaan pada mereka bahwa pembangunan ini menjadi penting untuk mereka,” kata Jhon.
Menurut Jhon, ada kekuatiran bahwa pembangunan yang dilakukan begitu gencar ataukah kemudian pemekaran wilayah yang begitu gencar, tetapi kalau kemudian sumber daya manusia tidak berkualitas, mereka akan terkapar karena HIV/AIDS, maka tidak ada arti apa-apa pembangunan atau pemekaran itu. “Karena itu akan menjadi beban pembangunan, beban pemerintah, bahkan juga beban suku mereka masing-masing,” kata Jhon, yang juga Kepala Pusat Study Kependudukan Universitas Cenderawasih Jayapura-Papua itu. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ada Kegelisahan di Pegunungan Tengah Papua Terkait Soal HIV