Papua dan Papua Barat Memiliki 157 Pelatih Sepakbola Berlisensi D

share on:

Jayapura (23/10)—Pelatih sertifikasi Pro A Eropah, Alberth Pentury mengatakan sudah melatih sebanyak 157 pelatih sepakbola Papua bersertifikasi lisensi D. Awal Januari telah melatih sebanyak 60 oerang di Jayapura dan 60 di Manokwari. 

 

Pekan lalu di Jayapura, Alberth Pentury kembali lagi ke Kota Jayapura melatih sebanyak 37 pelatih berlisensi D untuk melatih dasar-dasar sepak bola.Dispora Kota Jayapura  mengundang Alberth Penutry untuk membagikan ilmu sepak bolanya bagi pelatih-pelaih muda di Kota Jayapura. Beberapa mantan pemain Persipura, Elias Korwa, Victor Pulanda dan Ridwan Bauw juga turut mengikuti pelatihan pelatih berlisensi D.

Alberth Pentury kepada tabloidjubi.com, Jumat(12/10) di Lapangan Emsyik Uni Papua, sudah banyak melatih di Indonesia termasuk di Papua. ”Papua sendiri sudah 157 pelatih termasuk sekarang ini berjumlah 37 orang,” kata Berth Pentury. Dia mengatakan pelatihan dasar sepak bola sangat penting bagi pemain-pemain usia dini.

Dia menambahkan standar kepelatihan sangat penting untuk menyeragamkan dan meningkat kemampuan pelatih agar anak-anak didik punya skill dan pengetahuan sepakbola yang sama. Benny Jensenem juga membenarkan pendapat Pentury, kalau pelatihan Januari 2012 lalu di Jayapura sebanyak 60 pelatih dan di Manokwari sebanyak 60 pelatih.

Bagi Jensenem pelatihan dasar ini sangat penting untuk menyeragamkan metode pelatihan. Standarisasi pelatih dasar lisensi D ini berguna agar ke depan pemain-pemain muda bisa menyesuaikan saat dipanggil ikut membela timnas karena memiliki dasar pelatihan sepak bola yang sama di seluruh Indonesia.

Albert Pentury mengaku pelatihan ini jelas tidak akan  membuat sepakbola Indonesia dan juga Papua untuk menerapkan sistem dan gaya permainan Belanda. Namun yang jelas kata dia tugasnya untuk  menurunkan ilmu pembinaan usia muda kepada para pelatih.

Albert Pentury, kelahiran 63 tahun lalu di Medan, warga negara Belanda asal Seram Maluku ini  sudah lama tinggal di Kota  Oost-Souburg, Negeri Belanda.  Dia mengaku  dua kali ke Papua, pertama Januari 2012 dan kedua Oktober 2012. Pelatih asal Belanda ini datang ke Indonesia karena dikontrak PSSI era Djohar Arifin selama tiga tahun. Tujuannya yaitu melatih pelatih usia muda di  Indonesia termasuk Papua dan Papua Barat.

Albert Pentury termasuk  salah satu instruktur di Federasi Sepakbola Belanda (KNVB). Pelatih berusia 63 tahun ini memiliki lisensi UEFA Pro. A. Pelatih  Albert Pentury ini  tak terlalu asing dengan sepakbola Indonesia. Termasuk salah satu  pelatih yang juga ikut membentuk SSB  di Tual, Provinsi Maluku . Bahkan dia juga pernah  menjadi instruktur beberapa pelatih nasional, antara lain Satya Bagdja, Eduard Tjong, Subodro, dan Simson Rumapasal.

Menurut Alberth Pentury, PSSI memberikan tugas di Indonesia antara lain, pertama, membuat pemerataan standar program kepelatihan di Indonesia. Kedua, memberikan pelatihan bagi para pelatih-pelatih lokal dari daerah kedaerah. Ketiga, memberikan dasar pelatihan sepakbola kepada guru-guru olahraga. Keempat, membangun kompetisi usia muda.

Dosen sepakbola di KNVB  itu mengatakan, kalau kursus pelatih ini di Belanda memakan waktu selama setahun sedangkan di Indonesia hanya dua pekan saja. Sedangkan selama pelatihan di Kota Jayapura dan Manokwari  berlangsung satu pekan. (Jubi/Dominggus A Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Papua dan Papua Barat Memiliki 157 Pelatih Sepakbola Berlisensi D