Persipura Mutiara Hitam, “Tim Yosim – Samba”

share on:
Penjaga Gawang Persipura Berlatih(Jubi/DAM)

Jayapura, (23/10)-Persipura musim 2012-13 memiliki tim pelatih gabungan Samba dan Yosim karena pelatih kepala sendiri Jacksen F Tiago, pelatih fisik Osvaldo Lessa dan pelatih kiper Fabio Tepedino berasal dari Negeri Samba Brasil. Sedangkan Cristian Leo Yarangga dan Mettu Dwaramury asal Papua yang tampil bergaya Negeri Yosim-Pancar. Tak heran kalau perpaduan Papua dan Brasil boleh disebut tim “Yosim Samba, Mutiara Hitam-Persipura”.

 

Rahmad Darmawan saat membesut tim Mutiara Hitam, musim 2005-2006 lalu menyebutkan Persipura telah memiliki pemain-pemain dengan karakter individu yang kuat, sehingga dia lebih fokus  menajamkan potensi yang ada. Waktu itu coach RD belum memainkan sepakbola ball possesion yang lebih mengutamakan penguasaan bola lebih lama.

Begitupula dengan Raja Isa,  belum secara penuh memainkan sepakbola ball posesion, namun keberanian Raja Isa menurunkan pemain-pemain Papua. Bahkan saat pelatih asal negeri jiran ini memegang Persipura sangat anti memainkan pemain asing.

Walau kenyataannya di kubu Persipura masih ada Bio Pauline, Victor Igbonefo,Ernnest  Jeremiah dan Beto.  Keberaniannya menarik keluar Beto dan memasukan Tinus Pae saat Persipura tertinggal 0-1 melawan Persijap Jepara. Beruntung Jeremiah mampu menyamakan kedudukan hingga skor berubah 1-1. Buntutnya M Raja Isa didepak keluar Persipura setelah menerima bogem mentah dari salah seorang pengawal mantan Ketua Umum Persipura, MR Kambu.

Persipura di tangan JF Tiago banyak mengalami kemajuan, terutama memainkan bola-bola pendek dan sentuhan satu dua. Apalagi musim 2012-2013 tim bertajuk Mutiara Hitam ini didukung oleh tim pelatih asal negeri Samba dan dua asisten pelatih  asal  negeri Yosim Pancar.  Kemampuan skill individu diramu dengan sentuhan satu dua dan permainan cepat ala Samba Yosim dipadu menjadi satu kekuatan dari Timur Indonesia.

Persipura telah merekrut pemain belakang asal Brasil , Octavio Dutra guna menjadi tembok baru Persipura bersama Ricardo Salampesy dan Bio Pauline. Guna menjawab kelemahan pertahanan Persipura.   Kepergian  Octavio Dutra dari Surabaya jelas membikin kecewa  bonek-bonek Persebaya karena kehebatannya  saat bertanding melawan QPR klub asal Inggris.

Coach Jacksen mengatakan sudah lama mengamati dan melihat permainan bek tangguh Persebaya ini, sehingga tak heran kalau akhirnya Dutra mendarat ke kubu Mutiara Hitam. Bahkan pelatih kiper  Brasil Fabiano Tepedino mulai menggenjot penjaga gawang Persipura, Yoo Jae Hoon, Ferdiansyah, Philipus Basik-Basik dan Nur Affandi. “Ada kemajuan para penjaga gawang Persipura,”kata Bento wartawan Bintang Papua saat menyaksikan pelatih Fabiano melatih  para kiper Persipura..

Ini berarti musim mendatang tim Persipura telah membenahi lini belakang termasuk memperkuat tim penjaga gawang. Lini belakang  bercokol pemain asing, Bio Pauline dan Dutra , Yoo Jae Hoon, Bio Pauline serta didukung pemain Papua, Ricardo Salampesy, Ortisan Solossa, Ruben Sanadi, Johanes  Tjo E, Victor Pae, Fandri Imbiri dan Daniel Tata.  Begitupula  lini tengah ada Zah Rahan dan Lim Jun Sik serta Gerald Pangkali, Imanuel Wanggai, Ian Luis Kabes, Stevi Bonsapia, David laly, Nelson Alom.

Paling menonjol dalam musim ini, tertak pada lini depan Persipura karena pemain penyerang lebih banyak anak-anak Papua. Para striker  asal Yosim Pancar- Papua ini harus saling bersaing merebut posisi untuk bertandem dengan  Boaz Solossa. Dua pemain depan  eks Persidafon, Ferinando Pahabol dan Patrick Wanggai masuk memperkuat lini depan. Termasuk dua muka lama di  Persipura Lukas Mandowen, Tinus Pae dan  Yulianus Watora.

Kemampuan dan skill individu Patrick Wanggai tak diragukan lagi termasuk bagaimana duel bola-bola atas. Begitupula dengan Ferinando Pahabol yang mampu membikin gol sebanyak 14 gol musim lalu. Pahabol hanya kalah dari Bambang Pamungkas yang mencetak 16 gol. Banyak pihak meragukan Patrick Wanggai terutama masalah mental tapi pendapat itu ditepis Boaz. Kapten Persipura hanya bilang tugas pemain senior hanya membimbing dan mengarahkan para pemain muda.

Satu hal yang menjadi pekerjaan rumah coach Jacksen dalam menukangi tim  Mutiara Hitam khususnya  pemain depan Persipura adalah jangan terlalu bermain individu. “Berikanlah bola kepada pemain yang benar-benar punya peluang untuk  membikin gol,”kata pelatih JF Tiago saat menjawab pertanyaan wartawan tabloidjubi.com  kalau menyaksikan di Lapangan Mandala.   Tim Persipura  dalam bermain  selalu menguasai  jalannya pertandingan atau ball possesion lebih banyak ketimbang tim lawan. Bahkan Bochi dan kawan-kawan juga  punya  banyak peluang  tapi tak  berhasil menjebol gawang lawan.

Memang seorang striker terkadang  sangat egois dan terlalu individual. Tapi bermain sepakbola  modern, gaya  tiki-taka Barcalona lebih mengutamakan ball possesion  selalu membutuhkan pemain yang memiliki kemampuan teknik, taktik, fisik dan mental yang mumpuni. Mampukah tim Yosim Samba bikin kejutan di musim 2012-2013 ? Tunggu saja sentuhan satu dua gaya Yosim-Samba dari Tim Mutiara Hitam khususnya para penyerang,  Pahabol, Mandowen dan Wanggai serta El Capitano, Boaz T Solossa.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Persipura Mutiara Hitam, “Tim Yosim – Samba”