GKI Papua Lahir Dari Benih Misionaris Ottow – Geissler

share on:
Persekutuan Wanita Kristen Musafir dari Manokwari, saat mengisi puji-pujian pada HUT GKI Papua ke – 56 tahun di Sentani (Jubi/Eveerth)

Jayapura, (26/10) — Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua adalah gereja yang lahir dari persemaian Injil yang ditaburkan mulai oleh misionaris Ottow dan Geissler pada tanggal 5 Februari 1855 di Mansinam, Manokwari, Papua Barat, hingga kini berusia ke 56 tahun.

 

 

Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pekera AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Alberth Yoku, S.Th., sekaligus menjelaskan bahwa setelah adanya Ottow – Geissler, selanjutnya disebarkan  oleh pekerja-pekerja dari tenaga Zending baik yang datang dari Jerman, Belanda, juga yang datang dari Sangihe atau Sangir Talaud dan yang datang dari Maluku.

 

“Kemudian dilanjutkan oleh anak-anak yang di didik, sebagai buah sulung dari pekerjaan pekabaran Injil di Tanah Papua, hingga terbentuklah pos –pos pekabaran Injil,” ujar Pdt. Alberth Yoku, dalam sambutannya yang dibacakan, Pdt. I. W. Rumbiak, usai ibadah perayaan HUT GKI Klasis Sentani di Puspenka Hawai, Sentani, Jumat (26/10).

 

Dijelaskan, bakal jemaat hingga jemaat – jemaat mandiri, maka sesudah buah dari Injil menjadi nyata dalam bentuk persekutuan di tengah-tengah jemaat, hingga tenaga-tenaga zending bersama petugas gereja asal Papua menyelenggarakan Proto Sinode yaitu persiapan Sidang Sinode pada tanggal 19 – 24 September 1954 di Klasis GKI Yapen (Serui).

 

“Dari persiapan ini lah, diputuskan adanya sidang sinode yang pertama yang dilansungkan di Hollandia Binnem (Abepura sekarang) khususnya di Gereja Harapan Jemaat Abepura saat ini,” tuturnya.

Sidang Sinode Pertama tahun 1956, katanya, dimana ini menjadi toongga sejarah lahirnya lemba dan organisasi Gereja Kristen Injili (GKI) di Netherland New Guinea yang kemudian hari berubah menjadi Gereja Kristen Injili di Irian Barat dan GKI Di Tanah Papua saat ini.

“Sidang Sinode pertama 1956 hingga kini sudah menjadi Sidang Sinode ke XVI (enam belas) tahun 2011, yang teah dilaksanakan, ucap Pdt. Yoku,  dalam sambutannya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa kita tidak dapat mengatakan gereja ini telah berhasil, sebab Tuhan sendirilah yang memimpin pekerjaan dalam gereja ini buah yang dihasilkan oleh Tuhan, dari semua pekerja di dalam gereja ini baik penginjil, guru jemaat, pendeta, penatua, syamas serta badan pelayanan unsur, para pengasuh dan guru-guru sekolah minggu.

GKI Di Tanah Papua hingga HUT Ke 56 tahun, telah memiliki 45 Klasis dan 11 bakal Klasis dengan julah jemaatv mencapai 2100 jiwa umat Tuhan, sedangkan pekerja berjumlah 1.651 orang.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga- keluarga anak cucu cicit dari tenaga-tenaga Zending pada masa pekabaran Injil sampai lahirnya GKI Di Tanah Papua yang menjadi orang yang menetap tinggal bersama kami di Papua. Tuhan memberkati nenek moyang mu, opa dan oma di seluruh Papua. Gereja ini bukan gereja suku, tetapi gereja Tuhan di tanah ini,” ujar Ketua BP.AM. Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Alberth Yoku, S.Th., dalam sambutannya.

Sementara itu, ibadah perayaan HUT GKI Papua di Klasis Sentani,  dimpin lansung oleh Ibu Pdt. Joice Tuluseket, S.Th., dengan mengambil bacaan dalam Kitab Yeremia 1 : 4-8 dengan judul bacaan “Yeremia Dipanggil dan di Utus”.

Adapun dalam ibadah perayaan HUT GKI ke 56 tahun Klasis Sentani, mengmbil tema : “Dipersatukan dalam ikatan kasih” , sedangkan sub tema adalah “ Melalui Hut GKI di Tanah Papua Ke – 56 tahun, kita menata persekutuan, kesaksian dan pelayanan dalam rumah kita menuju gereja yang dewasa dan misioner”.   (Jubi/Eveerth Joumilena)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GKI Papua Lahir Dari Benih Misionaris Ottow – Geissler