Dinkes Papua Kesulitan Pendamping ODHA

share on:
Kadis Kesehatan Provinsi Papua, Joseph Rinta (IST)

Jayapura (31/10)—Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengklaim kesulitan merekrut tenaga pendamping untuk pengobatan Anti Retro Viral (ARV) bagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Joseph Rinta mengatakan saat ini tenaga pendamping bagi ODHA hanya dokter yang ada di rumah sakit yang tersebar di seluruh Papua. “Kami juga baru akan melatih para suster di tingkat puskesmas untuk pendampingan ODHA bagi pemberian obat ARV. Padahal kita sudah mendekatkan layanan ke puskesmas tapi kan tenaga kita tidak pernah stabil atau terbatas,” kata Joseph Rintak, Rabu (31/10).

 

Sehingga lanjut dia, pihaknya tidak merekomendasi apabila dokter tersebut tidak dijamin keberadaannya di wilayah tugas mereka karena pengobatan ARV bagi ODHA tidak boleh putus. “Tapi kedepan memang kita akan  lakukan perubahan. Untuk Puskesmas juga diberikan kapasitas untuk memberikan ARV kepada ODHA, tapi kan tetap harus dilatih. Persoalannya sistembility tenaga dokter di puskesmas relative rentan dibandingkan dokter di rumah sakit, itu yang jadi pertimbangan,” ungkapnya.

 

Ditambahkannya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat, saat ini baru ada 1700-an dari 5000-an ODHA yang mengkonsumsi ARV aktif. Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengklaim para ODHA yang tidak mengkonsumsi ARV dikarenakan banyak hal, salah satunya karena tak ada pendamping yang setiap hari mendampingi ODHA dalam mengkonsumsi ARV. “Akses untuk pengambilan ARV jauh, bahkan banyak ODHA yang  minim dukungan keluarga dalam konsumsi obat tersebut. Itu juga menjadi salah satu kendala,” tutup Joseph Rintak. (Jubi/Arjuna )

 

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinkes Papua Kesulitan Pendamping ODHA