NIKMATNYA KOPI SUSU MAMA YULIANA BONSAPIA

share on:
Mama Yuliana Bonsapia (berdiri) dan anaknya sedang duduk, melayani pembeli di warung Kopsus miliknya di pasar mama-mama Papua (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, (4/11) –– Setelah ditinggal pergi suami tercintanya, almarhum Marthen Ruatakurey, mama Yuliana Bonsapia banting setir membuka  warung kopi alias kopi susu(kopsus). Bersama anak sulungnya, mama Yuliana Bonsapia berusaha menghidupi ketiga anaknya. Sayangnya, pada tahun lalu, anak keduanya meninggal. Kini dia menatap hidupnya dengan optimis bahwa dengan jualan, satu-satunya yang bisa menghidupi beban hidupnya bersama kedua anaknya.
Mama Yuliana Bonsapia bergabung di pasar sementara mama-mama Papua di jalan Percetakan Jayapura. Mulanya dia hanya menjual pinang di depan jalan Irian. Namun akibat dilarang pemerintah, dia pun bersama ratusan mama-mama Papua menggelar jualannya di eks kantor Departeman Penerangan Papua itu.
Mulai dari menjual kopi susu (kopsus), teh, kopi serta roti dan pisang goreng, mama Yuliana Bonsapia juga memperlebar usahanya dengan menjual papeda. “Papeda satu porsi sepuluh ribu,”bilang mama Yuliana Bonsapia. Satu paket atau porsi itu meliputi, papeda, ikan dan sayur. Untuk ikan, baik ikan batu, ikan ekor kuning dan tergantung konsumen, mau kua asam atau kua kuning, bilang mama Yuliana Bonsapia.
Menariknya kopi susu buatan mama Yuliana. Segelas dihargai Rp 500 ribu. Walau pun murah, soal rasa, dijamin enak. Pasalnya yang diutamakan adalah kualitas dari rasa. Artinya disesuaikan dengan keinginan konsumen atau pembeli. Yang jelas kopi susu ala mama Yuliana manisnya bukan karena pekai gula. Akan tetapi manisnya akibat susu. Konsekuensinya, susu lebih banyak. Hal ini berbeda dengan warung kopi pedagang lainnya. Kopi susu menjadi manis akibat disuplai dengan gula.
“Disini kitong tidak pakai gula,”bilang mama Yuliana Bonsapia. Hampir setiap hari lima  kaleng susu habis. Para pengunjung warung kopi mama Yuliana Bonsapia tidak hanya menyediakan minuman panas, aneka makanan dan minuman lainpun dijual, termasuk mie rebus. Untuk air mineral sedang dijual per botol Rp 3000.
Pisang goreng dan roti pun disiapkan sebagai selingan santap sore dan malam bagi para penjual di pasar mama-mama Papua juga pengunjung dari luar. Pisang goreng dihargai Rp 1000. Kue panada dihargai Rp 2000. Dari hasil jualan sehari keuntungan bersih yang bisa didapat mama Yuliana Bonsapia berkisar Rp 600 ribu.

“Kebanyakan (pengunjung) juga datang dari kantor dan para penjual,”bilang perempuan asal Biak itu. Sukses warung kopi mama Yuliana Bonsapia juga disesuaikan dengan selera konsumen.”Kami buat kopi sesuai dengan dorang punya permintaan,”ungkap perempuan 50 tahun itu. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  NIKMATNYA KOPI SUSU MAMA YULIANA BONSAPIA