Masyarakat Paniai Tolak e-KTP

share on:
Ilustrasi e-KTP (www.seruu.com)

Paniai (5/11) — Setelah di Nabire dan daerah lain, penolakan terhadap program pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP, menggema juga di Kabupaten Paniai. Ribuan orang mendatangi Kantor DPRD Paniai di Madi, Senin (5/11) siang tadi, menyatakan menolak diberlakukannya program e-KTP. Alasannya, selama ini pemerintah belum pernah sosialisasikan ke masyarakat.

“Kita di Paniai ini, KTP Nasional yang berwarna biru itu juga baru dibuka beberapa bulan lalu. Tapi tiba-tiba sekarang wajibkan semua orang miliki e-KTP. Kami tolak, jangan ada e-KTP lagi,” ujar koordinator aksi massa, Imbertus Pigay dalam orasinya.

 

Warga mendatangi DPRD Paniai agar aspirasinya bisa diteruskan ke pemerintah. “Tolong, anggota dewan akomodir segera, karena masyarakat Paniai tolak e-KTP,” pintanya.

 

Salah satu tokoh pemuda memaparkan sedang beredarnya berbagai isu di tengah masyarakat terkait dengan e-KTP. Salah satunya, e-KTP disinyalir bernuansa politis. Isu lain, e-KTP bertolak belakang dengan ajaran umat Kristen. “Jadi, hari ini kami datang pertanyakan. Sekalian tolak e-KTP jangan berlakukan di Kabupaten Paniai.”

 

Selain Tokoh Masyarakat dan Pemuda, aksi demonstrasi dalam rangka menolak e-KTP itu ikut didukung oleh mahasiswa dan Tokoh Agama setempat.

 

Dikonfirmasi tabloidjubi.com, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Paniai, David Nawipa, S.Sos, menyatakan, e-KTP merupakan kebijakan pemerintah pusat di Jakarta. “Kami tidak punya kapasitas untuk menerima atau tidak sikap masyarakat ini. Ya, karena kita di daerah hanya perpanjangan tangan saja,” ucapnya.

 

Pemerintah daerah memang mengakui bahwa sampai saat ini perekaman e-KTP tidak terlalu mendapat respon dari masyarakat Paniai. Itu  terlihat sejak dibuka beberapa hari lalu bertempat di Gedung Pengadilan Enarotali, selalu sepi dari orang. Sepertinya tidak ada yang tertarik untuk mengurusnya. Kemungkinan karena masyarakat sudah termakan isu dengan diberlakukannya e-KTP.

 

Kata David Nawipa, program e-KTP di Kabupaten Paniai memang terlambat dibuka. Ada tiga alasan. Selain situasi daerah yang sempat tidak kondusif, pihaknya juga kewalahan dengan dana untuk melayani warga membuat e-KTP. Ditambah tiadanya tempat pelayanan dan minimnya petugas menyebabkan terlambatnya perekaman e-KTP tersebut.

 

Di Kabupaten Paniai, program e-KTP secara resmi dibuka Penjabat Bupati Drs. Fifi Adji Gatotkotjo, Selasa (16/10) lalu. (Jubi/Markus You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Paniai Tolak e-KTP