Pjs. Gubernur Papua Yang Baru Diminta Percepat Pilgub

share on:
Constant Karma, Sekda Papua kini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua, menggantikan Pjs. Gubernur yang lama, Syamsul Arif Rivai, karena sudah masuk masa pensiun (Jubi/Eveerth)

Jayapura, (5/10) — Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua, Constant Karma, diminta agar bisa mempercepat proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Papua yang sudah hampir setahun lebih tertunda.

 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Pdt. Hofni Simbiak, sekaligus mengajak Pemerintah Daerah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua serta DPR – Papua untuk duduk bersama dan mengatur proses penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Papua secara baik kedepan, sehingga bisa menghasilkan seorang gubernur yang definitif.

 

“Sekarang ini ada pelantikan caretaker yang kedua, hal ini seolah-olah kita membuang waktu yang cukup panjang, Sebabnya kepada penjabat gubernur yang baru dilantik bisa mempercepat proses Pemilukada Gubernur Papua,” ujar Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Pdt. Hofni Simbiak, di Kantor MRP di Kotaraja, Jayapura, Senin (5/11).

 

Dirinya menegaskan, kalau boleh pelaksanaan Pilgub Papua dipercepat maksimal tiga bulan atau paling cepat sebulan, karena sudah lama tertunda dan ini menunjukan seolah-olah kita tidak berhasil.

“Memang ada banyak aturan di KPU terlebih dengan berbagai verifikasi yang harus dilakukan, tetapi perlu ada keadaan khusus, sehingga tidak terlalu lama,” paparnya.

 

Sebelumnya, dalam situs www.ditjen-otda.depdagri.go.id, disampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Constant Karma untuk menjabat penjabat gubernur Provinsi Papua menggantikan posisi Syamsul Arif Rivai.

 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengatakan, penunjukan Sekda Papua sebagai penjabat gubernur ini untuk menjamin berjalannya pemerintahan di provinsi tersebut. Apalagi, penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Papua sampai saat belum diketahui. “Intinya, Syamsul telah pensiun dan kita belum tahu kapan Pilkada Papua digelar. Tidak mungkin kita menunggu sampai pelaksanaan pilkada, mengingat masa jabatan Syamsul sudah habis,” ungkap Reydonnyzar di Jakarta, Jumat (2/11), yang dikutip dari www.ditjen-otda.depdagri.go.id.

Donny-sapaan akrab Reydonnyzar Moenek-mengatakan, penunjukan penjabat gubernur ini didasarkan pada UU 32/2004 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan pemberhentian Kepala Daerah. Dalam aturan itu dijelaskan bahwa masa jabatan penjabat adalah satu tahun. Sedangkan masa jabatan Syamsul Arif Rivai sudah diperpanjang lebih dari satu tahun melalui peraturan presiden (perpres). Karena itu, masa jabatan Constant Karma hanya selama satu tahun sejak dilantik.”  Senin (5/11) Constant baru akan dilantik oleh mendagri untuk masa jabatan satu tahun,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketika ditanya soal calon-calon gubernur, Pdt. Hofni Simbiak menjawab bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi sudah jelas, sehingga jangan lagi KPU Papua membuat hal baru yang mendatangkan masalah, terutama dari jumlah calon yang telah diputuskan.

“Sedangkan untuk tahapan dan fungsi tugas MRP sangat siap memberikan pertimbangan terhadap calon gubernur yang orang asli Papua,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, bahwa masyarakat sangat menantikan gubernur definitif, sehingga jangan lagi menunda proses Pilgub. “Untuk masalah dana, saya kira tidak masalah, karena anggota MRP digaji dan sesuai fungsi tugasnya siap memberikan pertimbangan, jadi hal ini tidak dipersoalkan,” akuinya.   (Jubi/Eveerth Joumilena)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pjs. Gubernur Papua Yang Baru Diminta Percepat Pilgub