Komisi Berharap Bupati Intan Jaya Perhatikan Pembangunan SDM

share on:

Dari Kanan, Karel, jebedius dan Misael  Baju Merah Ketua Komisi  (Jubi/Mawel)Jayapura, (10/11)Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya (Komisi) mengungkapkan sejumlah harapan kepada bupati terpilih, Natalis Tabuni. Mahasiswa berharap, Natalis Tabuni memperhatikan pembangunan Sumber Daya Manusia(SDM), mengali potensi Intan Jaya. Pemimpin  harus merasakan penderitaan rakyat dan merangkul semua komponen di Kabupaten Intan Jaya.

 

Harapan itu disampaikan ketua Komisi, Misael Maisini kepada www.tabloidjubi.com. Kamis (8/11) di Buper-Waena, Kota Jayapura, Papua. “Kami sangat terbatas dengan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga Bupati Intan Jaya terpilih harus menyiapkan SDM, pertambangan, parawisata, pendidikan dan kesehatan,”kata Misael Maisini.

Dikatakan harus mempersiapkan tenaga guru karena sangat dibutujkan. Karena itu, kata dia  pihak pemerintah harus kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. “Pemerintah  harus bisa kerja sama dengan Fakultas Pendidikan Universitas Cendrawasih (Uncen) dan juga perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia,”katanya.

 

Menurut Maisini, tenaga guru SD lebih penting, karena itu pemerintah harus mengutamakan persiapan tenaga guru di tingkat Sekolah Dasar(SD). ”Persiapan awal ini sangat menentukan untuk perkembangan anak. Guru SD harus berkualitas,”katanya.

 

Selain persiapan tenaga guru, menurut Maisini, persiapan tenaga-tenaga kesehatan, pertambangan dan penerbangan anak-anak Intan Jaya. “Anak-anak yang kuliah di Fakultas Kedokteran, Pertambangan harus dikirim ke luar negeri,”katanya. Kemudian, kata dia nasib anak-anak yang kuliah dan belajar penerbangan harus menjadi perhatian. “Pengalaman kemarin menunjukan, kalau anak-anak yang kuliah penerbangan tidak melanjutkan pendidikan  karena keterbatasan biaya. Satu kali latihan penerbangan butuh dana 100 juta rupiah. Mereka terpaksa mundur jadi pemerintah perlu membantu kesulitan ini,”katanya.

 

Demi menunjang persiapan SDM di Kabupaten Intan Jaya,  Komisi mengharapkan agar pemerintah membangun asrama. “Harus ada asrama di setiap kota studi,”katanya.

 

Telepas dari persiapan SDM, komisi berharapam Bupati terpilih harus merangkul semua komponen termasuk lawan politiknya. “Susun kabinet harus interpretasi dari semua kampung dan lawan politik harus ada berdasarkan keahlian dan latar belakang pendidikan yang sesuai, jangan asal hanya karena kampung tertentu dan tim sukses,”katanya.

 

Menurut Komisi, sebagai orang kepercayaan rakyat, Bupati harus dekat dengan masyarakat. Merasakan penderitaan masyarakat, libatkan diri dalam penderitaan masyarakat. “Bupati harus ada bersama rakyat,”katanya seraya menambahkan bupati harus ada bersama rakyat dan selalu mendengarkan keluhan mereka secara langsung.

 

Di bidang ekonomi, Komisi berharap, pemerintah menyediakan bantuan modal. “Penyediaan bantuan peralatan, pupuk dan bibit,”katanya. Ditambahkan pemerintah perlu membangun pasar, karena masyarakat masih berjualan di pinggir jalan. Selain itu, kata dia  pedagang-pedagang asli yang mulai berusaha perlu diperhatikan. “Anak-anak asli mulai buka usaha kios itu perlu didorong,”katanya.

 

Dalam membangun infrastruktur, Komisi berharap, bupati berdayakan perusahaan-perusahaan lokal milik putra daerah. “Mereka akan membangun dengan hati dan rasa memiliki daripada yang lain. Buktinya PT yang pernah masuk, hasil kerja tidak bertahan,”katanya.

 

Dalam rangka peningkatan PAD, Komisi berharap, pemerintah kembangkan potensi daerah secara maksimal. Potensi parawisata, pertanian dan perkebunan perlu dikelolah dengan baik. “Jangan kembangkan pola pertanian dari luar, seperti sawah. Usaha ini akan macet,”katanya.

 

Akhirnya, Komisi berharap bupati perjelas tapal batas dengan kabupaten tetangga. “Kita butuh tabal batas wilayah yang jelas,”katanya. (Jubi/Mawel)

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Komisi Berharap Bupati Intan Jaya Perhatikan Pembangunan SDM