Yusan Jeblo : “KKW Lahir Karena Mahalnya Mas Kawin”

share on:
Yusan Yeblo (Jubi/Musa)

Jayapura, (10/11) — Direktur Kelompok Kerja Wanita (KKW) di Jayapura, Yusan Yeblo mengatakan kelompok yang dimpinnya bermula dari pembahasan mahalnya pembayaran maskawin dari perempuan Papua. H al ini membuat dua puluh perempuan Papua terus menerus duduk dan berdikusi hingga KKW berdiri.

 

 

Menurut Yusan, pembahasan itu berlangsung sejak tahun 1983 silam. Mahalnya maskawin membuat laki-laki Papua lebih memilih untuk menikah dengan perempuan dari luar Papua. Dikatakan kala itu, kebanyakan lelaki Papua yang melanjutkan studinya ke Jawa, setelah selesai menyelesaikan studi, mereka pulang dengan membawa perempuan Jawa.

 

“Waktu itu kami hanya sekitar 20 orang perempuan saja yang kumpul-kumpul lalu diskusi tentang mahalnya maskawin perempuan Papua. Dari diskusi ke diskusi akhirnya kami sepakat untuk bentuk kelompok kerja ini,” kata Yusan kepada wartawan disela-sela perayaan ulang tahun KKW ke-29 tahun di Abepura, Sabtu (10/11).

 

Diusia 29 tahun ini, KKW melebarkan sayap. Anggotanya juga sudah lebih dari 20 orang. Mereka kini tengah mendampingi hasil karya perempuan di sejumlah kampung di kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Diantaranya, Kampung Abar dan Kampung Kayu Batu. (Jubi/Musa)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Yusan Jeblo : “KKW Lahir Karena Mahalnya Mas Kawin”