Lestarikan Bindo dan Bahasa Lokal

share on:
Suasana Seminar di DPRD Kota Jayapura, Selasa (Jubi/Timo)

Jayapura (13/11) — Balai Bahasa, Sastra dan Budaya Provinsi Papua dan Papua Barat berupaya mengajak warga Papua untuk melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan menggelar seminar dengan tema ‘Nilai-Nilai Kejuangan Dalam Bahasa, Sastra dan Budaya’

Seminar ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional dan peringatan gerakan cinta bahasa tahun 2012, di Aula DPRD Kota Jayapura, dan menghadirkan pembicara, Rosmaida Sinaga, Aprilla R.A Wayar dan Ramses Ohee ini dihadiri  puluhan peserta, baik guru, mahasiswa, PNS, dan masyarakat umum.

Kepala Balai Bahasa Sastra dan Budaya Provinsi Papua dan Papua Barat, Supriyanto Widodo melalui seminar ini, dijadikan sebagai momentum bagi generasi muda untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta tetap melestarikan bahasa daerahnya sendiri, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambangan Negara serta lagu kebangsaan.

“Ini kewajiban pemerintah dan semua komponen masyarakat untuk melestarikan bahasa dan sastra budaya kita, termasuk bahasa daerah kita ini yang kini sudah mulai punah,” kata Supriyanto, Selasa (13/11).

Untuk menindaklanjuti hal itu, pihaknya berupaya untuk menyusun kamus bahasa daerah yang akan dipelajari sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah.

“Soal muatan materi kurikulum muatan lokal tentunya akan dirumuskan oleh instansi  terkait, meskipun tidak gampang untuk dilakukan,” kata Widodo.

Selain itu, pihak Widodo berupaya untuk membuat buku penduan praktis berbahasa daerah dan bahasa Indonesia (Bindo). (Jubi/Timo Marten)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lestarikan Bindo dan Bahasa Lokal