DPRD Boven Digoel Tolak Pedoman Beasiswa

share on:
Hendrikus Amo (Jubi/Musa)

Jayapura,  (19/11)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boven Digoel, Papua, menolak pedoman bantuan pendidikan. Dewan juga menolak surat Keputusan (SK) tim monitoring, inventarisasi, evaluasi dan penyaluran bantuan studi bagi mahasiswa Kabupaten Boven Digoel.

 

 

Hal ini dikemukakan Hendrikus Amo, koordinator Forum Independen Mahasiswa (FIM-BD) di Jayapura kepada tabloidjubi.com di Abepura, Senin (19/11). Menurut Hendrikus, penolakan tersebut disampaikan ketua DPRD, Marselus Keroarerop Kimbinaka saat ditemui, 11 November lalu. “Ketua DPRD sampaikan penolakan itu saat kami menemuinya, Minggu lalu untuk menyampaikan persoalan ketidak jelasan pembagian beasiswa,” tuturnya.

 

Pedoman bantuan pendidikan dan surat Keputusan (SK) tim monitoring, inventarisasi, evaluasi dan penyaluran bantuan studi menyatakan bagi mahasiswa umum yang kuliah diluar wilayah kabupaten Boven Digoel tak menerima beasiswa. Seperti diberitakan sebelumnya, pedoman serta SK tersebut belum sampai ke meja dewan penyambung lidah rakyat ini.

 

Dalam pertemuan kala itu dengan forum itu, ketua DPRD, Marselus Keroarerop Kimbinaka mengatakan, pihaknya akan memanggil pelaksana tugas bupati kabupaten Boven Digoel, Yesaya Merasi untuk meminta kejelasan. Marselus juga berjanji akan memperjuangkan keluhan pembagian beasiswa. “Dewan janji akan perjuangkan aspirasi ketidak jelasan pembagian beasiswa,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, pembagian beasiswa bagi mahasiswa asal Boven Digoel berlangsung sejak 28-30 Oktober 2012. Meski demikian, sebagian besar mahasiswa daerah itu belum kebagian prosenya tidak jelas. Lantaran, ketidakjelasan dalam pembagian, Asrama Maro milik pemerintah daerah kabupaten Merauke jadi sasaran pemalangan. Asrama dipalang oleh mahasiswa Merauke. Sejumlah mahasiswa asal Boven Digoel yang tinggal di Asrama itu diusir dari Maro. (Jubi/Musa)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPRD Boven Digoel Tolak Pedoman Beasiswa