Diduga Korupsi Rp. 4,5 M, Mantan Kadis PU Teluk Bintuni Diciduk

share on:
Ilustrasi Korupsi. (IST)

Jayapura (19/11) — Mantan Kapala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Teluk Bintuni berinisial JHF yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat kasus korupsi senilai Rp. 4,5 milliar lebih berhasil ditangkap tim Dit Reskrimsus Polda Papua yang terdiri dari empat orang dibawah pimpinan Kompol Yosep, Senin (19/11) sekitar pukul 05.30 WIB.

 

JHF ditangkap di Kelurahan Sendang Muliyo, Semarang Timur, Jawa Tengah. Saat ini, tersangka diamankan di Polda Jawa Tengah. Dir Reskrimsus Polda Papua, Kombes Pol. Setyo Budiyanto mengungkapkan, JHF sudah sebulan dinyatakan DPO oleh Polda Papua.

“JHF adalah mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Teluk Bintuni. Namun yang bersangkutan tidak pernah berada ditempat selama kasus ini diselidiki. Akhirnya ada informasi JHF berada di Semarang dan kami langsung bentuk tim untuk menangkapnya,” kata Setyo Budiyanto, Senin (19/11).

Menurutnya, JHF akan diberangkatkan dari Semarang ke Papua, Selasa besok (20/11) menggunakan pesawat Garuda guna pemeriksaan lebih lanjut karena kasus yang melibatkan JHF terjadi di Papua.

“Ya dia harus diproses di Papua karena kasusnya terjadi di sini. JHF terlibat dalam dua kasus yakni kasus rehabilitasi saluran induk, Tuarai 1 dan Tuarai 2 yang sumber dananya stimulus APBN Tahun 2009, dengan total anggaran kurang lebih Rp. 5.996.000.000 dan hasil audit BPK RI, kerugian Negara mencapai Rp. 2.936.257.853,” jelasnya.

Sementara nilai proyek Tuarai 2 lanjutnya, dana yang digelontorkan juga sama yakni Rp. 5.996.000.000 dan kerugian negara mencapai Rp. 1.600.144.955. Sehingga jika ditotal kerugian negara Rp. 4.536.392. 808. Kasus ini meripakan hasil temuan BPK RI yang dilaporkan ke Mabes Polri dan kemudian di turunkan ke Kapolda Papua dan sidik selama enam bulan.

“Kemudian selama satu bulan kami tetapkan tersangkanya. Tersangka terancam dijerat pasal 2 dan 3 UU No 31 tahun 1999 yang telah diperbaharui dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tegasnya.

Ia menambahkan, masih ada tiga tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus ini. Namun pihaknya belum bisa menyebutkan identitas ketiga tersangka itu karena masih dalam penyelidikan.

“Kami belum bisa sebutkan siapa mereka karena masih dalam penyelidikan oleh tim penyidik. Namun yang jelas dalam dekat, ada tersangka kasus korupsi yang berbeda yang akan kami tangkap. Tinggal kita tunggu penyidik. Kami tidak pandang bulu. Kasusnya kecil atau besar, dia pejabat atau pengusaha termasuk oknum polisi, kalau melakukan korupsi kami tangkap,” tutup Setyo Budiyanto. (Jubi/Arjuna)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Diduga Korupsi Rp. 4,5 M, Mantan Kadis PU Teluk Bintuni Diciduk