Petani dan Nelayan di Papua Butuh Pendamping

share on:
Plt SEKDA PAPUA, ELIA LOUPATTY

Jayapura (19/11) — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Elia Loupatty mengatakan, petani dan nelayan di provinsi paling timur di Indonesia ini masih membutuhkan tenaga pendamping. Hal itu diperlukan agar para nelayan dan petani bisa lebih berdikari .

 

“Memang ada perbedaan antara pola pembinaan khususnya di bidang pertanian di Papua. Para petani dan nelayan kita harus ada kata kunci, harus ada pendampingan. Sebab kalau tidak ada kata pendampingan, sesuai dengan kondisi sementara dan keadaan di Papua. Sehingga kata pendampingan itu penting sekali. Di luar provinsi kata itu tidak penting sekali. Tetapi untuk Provinsi Papua saya rasa sangat perlu sekali, karena menolong rakyat kita untuk lebih cepat dan memahami,” kata Elia I Loupatty kepada wartawan, di Jayapura, Senin (19/11).

 

Menanggapi itu, ujar dia, akan dilakukan inventarisir terhadap para tenaga penyuluh yang terdiri dari tenaga diklat dan fungsional, karena mereka ini dianggap  paling mengetahui.

“Karena itu makanya mereka disebut jejaring kediklatan. Karena ada dari Sumber Daya Manusia (SDM) seperti mencetak tenaga penyuluh misalnya di Kampung Harapan dan kursus–kursus atau bintek–bintek yang dilaksanakan dinas–dinas. Baik secara nasional maupun regional termasuk lokal. Nantinya  mereka akan duduk dan melihat posisi SDM yang dibutuhkan dan bagaimana posisi perannya,” jelasnya.

 

Untuk itu kegiatan Workshop Jejaring Diklat Tahun 2012 para tenaga penyuluh duduk bersama untuk menginventarisir bagaimana SDM pertanian dalam arti luas sesuai dengan kebijakan pembangunan daerah untuk mereka ciptakan, sumber daya manusia yang dibutuhkan di provinsi ini.

 

“Memang ini sangat penting bagi kelompok kediklatan ini, karena jangan sampai kita melakukan pembangunan pertanian dalam arti seluas–luasnya ternyata SDM baik aparatur maupun hal–hal yang sifatnya praktis. Secara terintegrasi hal ini tidak direncanakan. Karena itu ada dua hal yang akan dilakukan secara konsep. Kedua hal–hal praktis. Misalnya dari Batu Malang yang sifatnya praktis,” katanya.(Jubi/Alex)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Petani dan Nelayan di Papua Butuh Pendamping