Tujuh Mantan Kadinkes Papua Hadiri Raker Kesehatan

share on:
KADINKES PROVINSI PAPUA, JOSEF RINTA

Jayapura (20/11)—Tujuh mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua dari tahun 1970, hadiri Rapat Kerja (Raker) kesehatan daerah tahun 2012. Dimana rapat itu bertujuan untuk melakukan upaya sinkronisasi dan harmonisasi program-program layanan kesehatan di Papua

 

“Raker yang dihadiri oleh para Direktur Rumah Sakit se Papua dan juga para Kepala Dinas Kesehatan se-Kabupaten/Kota, serta seluruh kepala bidang dan sekretaris ini, diharapkan dapat menghasilkan perencanaan kesehatan yang baik untuk program pembangunan kesehatan di tahun 2013,” kata kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Josef Rinta ke wartawan, di Hotel Aston, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/11).

 

Dia menjelaskan, kehadiran tujuh mantan kepala dinas Kesehatan Provinsi Papua adalah untuk memberikan pemikiran dalam pembangunan pelayanan kesehatan, atau kritisi terhadap pelayanan kesehatan serta memberikan saran dalam pembangunan pelayanan kesehatan.

 

“Perhatian dari Pemerintah Pusat adalah dalam rangka memperhatikan upaya pelayanan kesehatan yang lebih. Masing– masing Puskesmas terutama yang berada di daerah pedalaman maupun kepulauan alokasinya di tingkatkan dari Rp250 juta menjadi Rp350 juta. Tetapi yang paling penting bukan anggarannya, namun bagaimana kita semua terutama bagi teman-teman di lapangan kita adalah suatu keluarga besar kesehatan. Yang hanya membedakan kita adalah tempat tugas dan wilayah,” jelasnya.

 

Untuk mewujudkan itu, kata Josef, pihaknya perlu melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Selain itu juga diharapkan dengan adanya pertemuan ini akan ada suatu output dan ada evaluasi yang akan dilakukan terhadap masing-masing kabupetan/kota.

 

“Kalau kurang bagus kita akan katakan kurang bagus, namun yang paling penting adalah mencari solusi. Kalau ada  kendalanya dimana bagaimana mengatasi kendala itu, bukan menyalahkan, tetapi bagaimana melakukan perbaikan-perbaikan layanan kesehatan. Sehingga mereka membuat perencanaan yang baik, sesuai dengan kemampuan SDM yang ada dan melakukan kerjasama,” tegasnya.

 

Selain itu juga, kata Josef, tidak boleh ada sikap egoistis. Hal ini tentunya harus mendapat dukungan dari pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah. Sebab pemerintah provinsi sesuai dengan kewenangannya hanya melakukan supervise, sesuai dengan kewenangannya, yakni melakukan pembinaan teknis, sehingga programnya dapat berjalan dengan baik.

 

“Kita harapkan ada pembagian kewenangan yang jelas antara pemerintah Pusat dan pemerintah daerah serta kabupaten/kota. Serta ada pembagian alokasi anggaran. Jangan sampai Pemerintah Pusat menyiapkan dana terlalu banyak sementara kabupaten semakin lama semakin berkurang. Akhirnya pencapaian target tidak akan terpenuhi,” ujarnya.

 

Dikatakannya, saat ini Dinas kesehatan Provinsi Papua sudah melakukan koordinasi dengan para pegawai yang ada di rumah sakit. Sebab bagaimanapun secara teknis mereka bertanggung kepada gubernur. Akan tetapi secara aspek medisnya bertanggungjawab kepada dinas kesehatan.

 

“Yang melakukan evaluasi kesehatan adalah dinas kesehatan, seperti dari sisi standart dan gizi dilakukan semua oleh dinas kesehatan. Kami sudah melakukan saran dan standar, serta melakukan perbaikan. Termasuk beberapa bulan ke depan, kita akan melakukan perbaikan managament di rumah sakit,” katanya. (Jubi/Alex)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tujuh Mantan Kadinkes Papua Hadiri Raker Kesehatan