NAPAS Menilai Pola Gerakan Papua Masih Sama

share on:
Aksi NAPAS (IST)

Jayapura (29/11)—Juru Bicara National Papua Solidarity (NAPAS), Samuel Awom mengatakan, pola gerakan di Papua masih sama, belum melihat gerakan solidaritas sebagai sesuatu yang strategis. Hal ini diungkapkan kepada tabloidjubi.com lewat telepon selulernya, Kamis (29/11).

 

“Pola gerakan di Papua dari dulu sama, belum melihat gerakan solidaritas sebagai sesuatu yang strategis. Gerakan Papua perlu dievaluasi secara menyeluruh bahwa kita juga membutuhkan solidaritas yang luas, tidak bisa memisahkan gerakan atau kelompok Papua sendiri atau gerakan HAM sendiri tanpa melibatkan pihak lain yang ada saat ini,” kata Samuel.

 

Menurut Samuel, mungkin teman-teman LSM sedang konsen untuk masalah-masalah Papua terkait ekosob, sipol, masalah adat dan lain-lain tetapi membangun Papua yang baru dengan format solidaritas memang agak rumit. Banyak yang berpikir, gerakan ini masih primordial bahwa orang Papua yang akan berjuang untuk hak kedaulatan. Kedaulatan di sini, kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik dan lain-lain tapi tidak melibatkan teman-teman sehingga gerakan di luar Papua banyak mengkritisi hal itu.

 

“Banyak teman-teman mengatakan, Papua harus banyak mencontohi Timor Leste. Secara internal mereka rapih tapi secara solidaritas mereka juga kuat. Mereka mampu membangun solidaritas di pusat kolonialisme (Jakarta -red) dan mampu membangun jaringan di Asia dan Papua harus seperti itu. Hari ini, perdebatannya mengerucut bahwa kami, faksi ini atau itu yang paling tepat. Pola-pola ini harus diubah, artinya bahwa perdebatan ini tidak harus dipolitisir yang kemudian justru dimainkan oleh rezim sendiri untuk memecah belah persatuan. Jadi, persatuan itu bukan slogan atau kata-kata melainkan pelaksanaan dari kata-kata,” kata Samuel.

 

Sementara itu, Wilson “Obrigados” penulis buku Aluta Continua yang juga dihubungi tabloidjubi.com, lewat telepon selulernya pada Kamis (29/11) mengatakan, solidaritas yang seharusnya dibangun Papua adalah solidaritas yang dapat diterima oleh seluruh gerakan demokrasi di Indonesia dan juga bisa memperkuat kedaulatan Rakyat Papua.(Jubi/Aprila Wayar)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  NAPAS Menilai Pola Gerakan Papua Masih Sama