250 Peserta Ikuti Rakernis Dikpora Kepulauan Yapen

share on:
Kadikpora Kabupaten Kepualauan Yapen, Cyprianus Mambay (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, (2/12) – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Yapen,  Jumat, (30/11) di Graha Silas Papare Serui yang diikuti 250 peserta terdiri dari pengelola PAUD, Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA/SMK berjumlah dibuka oleh Bupati Tonny Tesar, S.Sos.

Dalam release yang dikirim ke tabloidjubi.com, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Y. Mambay, S.Pd, M.Si menyatakan penyelenggaraan pendidikan adalah suatu proses interaksi antar lembaga, sistem, proses pendidikan itu sendiri dan manusia sebagai obyeknya.

Persoalan yang sering menjadi perdebatan dalam penyelenggaraan pendidikan dewasa ini kata Mambay adalah masalah mutu.
“Berbicara tentang mutu pendidikan tidak terlepas dari peran strategis guru, disamping masalah sarana prasarana, ketenagaan dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan terhadap kondisi atau keadaan pendidikan kita di Kabupaten Kepulauan Yapen secara konprehensif,” bilang Mambay.

Itu sebabnya pemetaan pendidikan melalui perencanaan yang berkualitas menurut Mambay, bertujuan untuk meminimalisir berbagai ketimpangan antar tujuan, proses dan output pendidikan yang harus dikerjakan.
“Kita berharap dengan adanya Rakornis Pendidikan Pemuda dan Olahraga hari ini  menjadi media interaksi antar Pemerintah Daerah dan Lembaga Pengelola Pendidikan, sekolah-sekolah, bina kepemudaan dan olahraga untuk mendiskusikan berbagai kendala yang cuku-p menganggu pembangunan pendidikan di Kabupaten KepulauanYapen,”ungkapnya.

Rakornis pendidikan, pemuda dan olahraga Tahun 2012, didasarkan pada arah kebijakan pemerintah daerah di bidang pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen (2013-2017), dengan memperhatikan standar pelayanan minimal (SPM) Bidang Pendidikan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan NasionalNomor: 129a/U/2004.

Rakornis Pendidikan Pemuda dan Olah raga Tahun 2012 juga dimaksudkan sebagai wahana integrasi berbagai program pendidikan, meliputi pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan.
Pada kesempatan itu, Bupati Tonny Tesar, S.Sos menyampaikan materi kebijakan pemerintah daerah di bidang pendidikan, bahwa mulai januari  2013 pemerintah daerah menerapkan sistem wajib belajar 12 tahun, dengan diberlakukannya pendidikan gratis pada jenajang TK, SD, SMP, SMA/SMK.  (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  250 Peserta Ikuti Rakernis Dikpora Kepulauan Yapen