Tidak Benar Massa di Manokwari Arak Mayat Korban

share on:
Siatusi Kota Manokwari. (IST)

Jayapura (5/12) — Adanya kabar yang menyebutkan jika jenazah Timotius Ap yang meninggal akibat ditembakan aparat polisi di Manokwari diarak massa ke Polres Manokwari dibantah Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpau.

Ia mengatakan, peti mayat yang diarak massa adalah peti kosong. Jenazah korban masih di rumah duka. “Tidak betul itu. Peti yang diarak itu kosong. Jenazah korban masih ada di rumah duka di Fanindi Pantai, belakang Swiss Belhotel,” kata Paulus Waterpau saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/12).

Waterpau juga membenarkan jika dua pos polisi yakni pos Lantas dan KP3 Laut dibakar massa. “Iya benar ada dua pos polisi dibakar. Dua Pleton Brimob, satu Satuan Setingkat Kompi Dalmas dan anggota TNI disiagakan di satuan masing-masing,” singkat Paulus Waterpau.

Salah satu warga Manokwari, Magdalena yang dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, massa melakukan aksi bakar ban. Pot-pot bunga yang baru dibangun yang ada disepanjang jalan utama di tengah Kota Manokwari juga dihancurkan massa.

“Daerah Amban-UNIPA, Makalo, Brawijaya dipalang massa, aktifitas masyarakat dan pemerintahan di Kota Manokwari lumpuh total,” terang Magdalena.

Warga lainnya melalui situs laporan warga tabloidjubi.com menyebutkan akibat kerusuhan ini, pos polisi Sanggeng dibakar. Gelombang aksi berlanjut hingga melumpuhkan jalan Yos Soedarso, Merdeka dan Jln Sudirman. Pot-pot bunga di media jalan dihancurkan, sampah-sampah dihamburkan ban dibakar. Sejumlah rumah dilempari batu. Tadi malam juga sempat ada aksi pemalangan jalan dgn pembakaran ban di jembatan Sahara, Sanggeng, Manokwari.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian saat dikonfirmasi wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura mengatakan, penembakan terhadap Timotius Ap sudah sesuai prosedur.

“Penembakan itu sudah sesuai prosedur. Anggota sudah mengeluarkan tembakan peringatan, namun korban justru melawan dan menyerang anggota dengan senjata rakitan,” tandas Tito Karnavian.

Sebagaimana dilaporkan kerusuhan ini dipicu oleh ditembaknya Timotius Ap, residivis sejumlah kasus kemarin sore. Timo mati dengan luka tembak dari belakang. Namun laporan lain menyebutkan Timotius Ap ditembak di kawasan pantai Maripi oleh polisi tanpa kesalahan. Polisi mengejar warga tersebut sehingga dia melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Tetapi karena pengejaran polisi dan inteligent mengepung Timotius Ap, maka akibatnya tembakan mati di bagian pinggang sebelah kanan. Sekitar pukul 18.00 WIT, korban dinyatakan meninggal di RS AL Manokwari Papua Barat. (Jubi/Arjuna)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tidak Benar Massa di Manokwari Arak Mayat Korban