Bertanya kasus Timo Ap, oknum Polisi diduga intimidasi Pendeta

share on:
Situasi kota Manokwari usai kerusuhan (Dok. LP3BH)

Jayapura, (6/12)—Seorang pendeta dikabarkan ditampar oleh polisi saat hendak menanyakan kasus Timo Ap di kantor Polisi.

Pendeta bernama Serly Parinusa, disebutkan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum polisi di Kepolisian Resort (Polres) Manokwari, saat tim Badan Kordinasi Antar Gereja (BKAG) menanyakan kasus Timo Ap, seorang residivis yang ditembak mati oleh Polisi Manokwari, kemarin (Rabu, 06/12). Seorang oknum polisi diduga menampar pendeta tersebut saat mempertanyakan kasus Timo.

“Pada saat tim BKAG mendatangi Polres Manokwari jam 11 siang tadi untuk menanyakan kasus Timo Ap, ternyata Pendeta Sherly Parinusa ditampar oleh seorang polisi.” sebut sumbertabloidjubi.com di Manokwari via HP, Rabu (05/12) malam.

Tak hanya itu, lanjut sumber tabloidjubi.com ini, oknum polisi lainnya berinisial LS juga hendak memukul Pendeta lainnya, yakni Pendeta Marthen L. Wanma dengan kayu balok. Dua orang perempuan juga dicaci maki oleh LS.

Kapolres Manokwari, AKBP Rikho Taruna Mauru saat dihubungi tabloidjubi.com, membantah kejadian tersebut.
“Berita itu tidak benar dan kami sudah berkordinasi dengan MRP.” demikian bantahan Kapolres Manokwari via SMS kepada tabloidjubi.com.

Pendeta Sherly Parinusa sendiri, tak bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. Namun rekannya sesama anggota Tim BKAG, Edison Baransano, mengatakan Pendeta Sherly Parinusa diancam dan diejek oleh polisi.
“No HPnya tidak ada. Tapi tadi saya konfirmasi balik ke Pendeta Wanma, katanya ibu Pendeta diancam dan diejek oleh Polisi.” kata Edison Baransano.

Seperti diberitakan, kota Manokwari mengalami kerusuhan paska penembakan Timo Ap oleh Polisi Manokwari, Selasa (04/12) malam. (Jubi/Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bertanya kasus Timo Ap, oknum Polisi diduga intimidasi Pendeta