SOLPAP ‘Colek’ MRP

share on:
DORA BALUBUN, KETUA SOLPAP (DOK. JUBI)

Jayapura (6/12) — Dora Balubun, Ketua Solidaritas Untuk Pedagang Asli Papua mengatakan SOLPAP perlu ‘mencolek’ Majelis Rakyat Papua (MRP) karena sebagai lembaga yang cukup representatif mewakili Orang Papua, sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya merespon usaha dan kerja keras yang dilakukan Mama-mama Pedagang Asli Papua dalam usaha mendapatkan pasar permanen ini.

“Sampai sekarang kita masih menunggu respon dari MRP yang baru sekarang ini karena hingga saat ini mereka belum menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan Mama-mama Pedagang Asli Papua untuk memperoleh pasar permanen,” demikian kata Balubun dalam jumpa pers yang diadakan SOLPAP hari ini, Kamis (6/12) di Pasar Mama-mama Papua yang terletak di Jl. Percetakan, Jayapura.

Berbagai upaya telah dilakukan sebagai wujud solidaritas perjuangan bagi Mama-mama Pedagang Asli Papua dalam memperoleh pasar yang representatif. Setelah kurang lebih 6 tahun berjuang, perjuangan ini akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Papua dengan dibangunnya Pasar Sementara bagi Mama-Mama Pedagang Asli Papua di Jalan Percetakan Jayapura (eks Kantor BIKDA Papua). Pasar ini kemudian diresmikan oleh Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu pada 20 Desember 2010 sebagai “Hadiah Natal” bagi Mama-mama Pedagang Asli Papua. Dengan kehadiran pasar ini, tampaknya cukup mengakomodir mama-mama Papua yang sebelumnya berjualan di beberapa tempat di jantung Kota Jayapura. Hanya saja tidak semuanya bisa terakomodir di pasar ini.

“Kita ini seperti di’pimpong’ oleh pemerintah yang selalu bilang dana pembangunan pasar permanen ada tetapi tidak terlihat. Constan Karma, Sekda Papua saat itu (sekarang Pejabat Gubernur Provinsi Papua -red) pada 3 Mei 2012 lalu mengatakan bahwa dirinya akan berangkat ke Jakarta selama satu minggu dan pada saat dirinya kembali ke Jayapura, semua lahan tanah yang akan dipergunakan untuk membangun pasar permanen harus sudah dibebaskan. Pada pertemuan November kemarin, apa yang dikatakan itu hanya omong kosong belaka,” demikian kata Balubun kesal.

Letak Pasar Sementara ini kurang strategis karena dibangun di lokasi Kantor eks BIKDA Provinsi di Jalan Percetakan, status pasar ini sifatnya sementara. Gubernur Barnabas Suebu atas nama Pemerintah Provinsi Papua disaat peresmian pasar ini mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua akan menyediakan tempat yang lebih permanen agar dibangun pasar yang representatif bagi mama-mama pedagang asli Papua. Lokasi yang dipilih menggunakan areal Kantor Perum DAMRI yang hanya berjarak puluhan meter dari pasar sementara. Pemanfaatan lokasi DAMRI menggunakan mekanisme tukar guling, yakni Pemerintah Provinsi akan menyediakan lokasi pengganti maupun anggaran untuk pembebasan dan pembangunan Kantor DAMRI yang baru. (JUBI/Aprila Wayar)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SOLPAP ‘Colek’ MRP