Pemkab Jayapura Akan Tutup Lokalisasi Tanjung Elmo

share on:
Gerbang Lokalisasi Tanjung Elmo Jayapura (patading.blogspot.com)

Jayapura, (12/12)— Pemerintah Kabupaten Jayapura berjanji akan menertibkan perjualan miras dan menutup keberadaan lokalisasi (PSK), Tanjung Elmo, Distrik Sentani Timur, Kab. Jayapura, Papua. Peninjauan kembali lokalisasi Tanjung Elmo, ini pernah pula digagas mantan Bupati Kabupaten Jayapura, YP Karafir. Mantan Bupati ini juga berencana untuk menutup lokalisasi tertua di Papua ini tetapi sampai sekarang lokalisasi Sentani Turki (Turun ke kiri) ini masih tetap eksis.

“Pemerintah akan tertibkan penjualan miras dan menutup aktivitas lokalisasi Tanjung Elmo,” kata Matius Awetouw, Bupati Kab. Jayapura, kepada masyarakat adat Sentani, dalam sambuatan acara natal bersama, Rabu (12/12), di Pantai Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Kab. Jayapura, Papua.

Menurut Matius, pemerintah tidak akan mengikuti hendak masyarakat umum menutup tempat itu. “Pindahkan atau tutup tidak menyelesaikan persoalan,” katanya. Karena itu, menurut Matius, pemerintah akan memberikan lapangan pekerjaan lain bagi para pekerja di lokalisasi. “Kita akan alihkan itu dengan pekerjaan lain,” katanya tanpa menyebutkan pekerjaan yang mau hendak diperuntukkan para pekerja di Tanjung Elmo.

Lokalisasi prostitusi di Tanjung Elmo, Kabupaten Jayapura  mulai dirintis saat Bupati Jayapura almarhum  Th Meset memerintah yaitu sekitar 1970-an.  Alasan pemilihan lokalisasi ini agar bisa mengontrol para pekerja seks dan  jauh dari keramaian pusat kota. Apalagi saat itu praktek prostitusi di Kota Jayapura berlangsung di pusat kota alias belakang gereja Pantekosta di Pasar Ampera. Tak heran kalau ada singkatan BG alias “belakang gereja”.

Lokalisasi ini terdiri dari beberapa rumah yang menjadi tempat mangkal dan tinggal para Pekerja Seks Komersail (PSK) yang disebut wisma. Saat ini jumlah wisma di sana sebanyak 45 wisma dan 289 PSK.

Sebelum masuk ke lokalisasi terbesar di Papua ini terdapat gerbang masuk yang bertuliskan daerah wajib kondom. Pesan ini didukung pula dengan Perda No :20/2003 tentang Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS yang mewajibkan penggunaan kondom. Menurut data dari  Persekutuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Regio Papua yang juga membuka klinik di lokalisasi Tanjung Elmo,  ternyata 70 % dari PSK hanya menggunakan enam kondom per minggu. (Jubi/Mawel)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkab Jayapura Akan  Tutup Lokalisasi Tanjung Elmo