HIV-AIDS di Kabupaten Jayapura Tembus 1063 Kasus

share on:
Ilustrasi HIV-AIDS (IST)

Jayapura (15/12) – Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jayapura, Papua, selama tiga bulan yakni sejak Juli – September 2012 mencapai 1063 kasus. Dari jumlah itu, 163 diantaranya meninggal dunia.

Hal ini terungkap dalam data yang diperoleh tabloidjubi.com, Jumat (13/12) malam, dari Andre ketua Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI) wilayah tanah Papua yang menerima data tersebut dari bidang pengendalian masalah kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura.

Melalui data itu, Dinkes setempat berhasil mencatat 1063 penderita HIV-AIDS ini di 15 wilayah. Masing-masing wilayah itu adalah kota Sentani sebanyak 620 orang, Sentani Timur, 132 orang, Sentani Barat, 34 orang, Depapre, 14 orang, Kemtuk, 7 orang, Kemtukgresi, 17 orang.

Kemudian, Nimboran, 48 orang, Nimbokrang, 15 orang, Unumrum Guay, 2 orang, Demta, 19 orang, Kaureh, 33 orang, Yokari, 2 orang, Yapsi, 6 orang, Waibu, 20 orang, Gresi Selatan, 1 orang, dan tidak diketahui, 93 orang. Masih dalam data itu, berdasarkan variabel ABS, penderita laki-laki sebanyak 455 orang, perempuan, 602 orang. Sementara, mereka yang belum diketahui, 6 orang. Pengidap yang meninggal dunia sebanyak 163 orang. Sisanya masih dalam perawatan dan pengobatan.

Usia pasien pengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya ini dari 1-60 tahun. Pengidap yang berusia 1-4 tahun sebanyak 23 orang. Mereka tertular dari air susu ibunya. Penderita berusia 5-14 tahun, 6 orang. Penularan di usia ini diduga melalui transfusi darah.

Selanjutnya, 15-19 tahun, 88 orang, usia 20-29 tahun, 508 orang, umur 30-39 tahun, 308 orang, usia 40-49 tahun 86 orang, usia 50-59 tahun, 26 orang, diatas 60 tahun, 6 orang, dan mereka yang belum diketahui usianya sebanyak 12 orang. Rata-rata penderita diusia 15 -60 tahun ini, diduga akibat faktor homo/biseksual, heteroseksual, transgender dan IDU. (Jubi/Musa)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HIV-AIDS di Kabupaten Jayapura Tembus 1063 Kasus