Intelektual Amungsa Minta Pemkab Mimika Pecat Pejabat Korup

share on:
Yohanis Tsugumol (Jubi/Eveerth)

Mimika, (15/12) — Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika secepatnya melakukan memecat atau mencopotan  oknum pejabat daerah yang terindikasi melakukan korupsi.

Hal ini disampaikan OKIA terkait adanya pemberitaan media terhadap Kepala Kantor Kementrian Agama berinisial PR, Kepala Kantor Dinas Perhubungan Informasi dan Telekomunikasi, berisial S dan  Kepala Badan Pertanahan Sekretariast Daerah (Setda) Mimika berinisial  BP, dimana ketiga telah tersandung kasus  dugaan tindak pidana korupsi.

Humas OKIA Kabupaten Mimika, Yohanis Tsugumol S,Sos M,Si mengatakan,  Kepolisian dan Kejaksaan negeri Timika telah menetapkan tiga  oknum pejabat dilingkungan pemerintah Kabupaten Mimika sebagai tersangka dugaan korupsi. Namun pemerintah sengaja belum melakukan pencopoten terhadap tiga oknum pejabat yang telah dijadikan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri dan Kepolisian Resor Mimika. sehingga diharapkan agar pemerintah segera melakukan pergantian pejabat tersebut sehingga  ditahun 2013 mendatang  sistem pemerintah  bersih dari oknum pejabat yang terlibat korupsi.

”Seharusnya pejabat daerah yang terkait korupsi harus dicopot, sebagai hadia tahun baru ini, karena Mimika tidak membutuhkan orang yang terlibat korupsi dan Mimika bukan tempat untuk memelihara pejabat yang terkait korupsi,” terang Yohanes Tsugumol Jumat (14/12).

Dikatakan, pemerintah seharusnya sudah harus memikirkan bagaimana menciptakan sistem pemerintahan yang terhindar dari kasus korupsi. Mengingat banyak putra-putri daerah ini yang siap menggantikan posisi oknum pejabat yang tersandung korupsi sesuai dengan undang-undang otonomi khusus (Otsus). Namun pemerintah terkesan melindungi oknum pejabat yang sudah jelas ditetapkan sebagai tersangka korupsi.   Oleh kerana itu, OKIA meminta kepada pemerintah daerah untuk memberhantikan oknum  pejabat yang terlibat kasus korupsi di daerah ini.

”Kita minta kepada pemerintah supaya pejabat yang terkait korupsi segera dicopot dari  jabatan mereka,” terang  Yohanes.

Selain itu, OKIA juga meminta kepada Kepolisian Resor Mimika dan Kejaksaan Negeri Timika agar secepatnya  menyelesaikan Barita Acara Pemeriksaan   (BAP) nama-nama  oknum pejabat yang telah ditetapkan sebagai tersangka, sehingga kasus yang melilit oknum pejabat tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara bagi oknum pejabat yang belum ditetapkan sebagai tersangka, diharapkan agar kedua lembaga ini secepatnya melakukan penyelidikan dan penyidikan agar  ditetapkan sebagai tersangka sehingga kabupaten Mimika bersih dari kasus korupsi.

Dikatakan, bahwa semua kasus korupsi yang sudah terungkap maupun belum terungkap  diharapkan agar dalam tahun 2012 ini diselesaikan, sehingga kedepan daerah ini bebas dari dugaan korupsi,” terang Yohanis.

”Sudah saatnya putra-putri daerah ini bauh-membauh untuk  menciptakan sistim pemerintahan yang bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) dari tingkat RT sampai ke Bupati,” tandasnya.

Sebagaimana dari informasi yang diterima, Inisial PR adalah tersangka korupsi pengadaan pembuataan pagar kantor kementerian agama Kabupaten Mimika dan inisial S adalah tersangka korupsi pengadaan Bus di kantor Dinas Perhubungan Informasin dan Telekomunikasi, kedua tersangka ini merupakan tersangka korupsi Kejaksaan Negeri Timika, serta inisial BP merupakan tersangka korupsi pembayaran lahan eks- pasar swadaya Timika oleh Kepolisian Resor Mimika. Dari ketiga tersangka yang ada kerugian negara belum bisa dipastikan, karena masih menunggu kedua lembaga diatas masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jayapura. (Jubi/Eveerth)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Intelektual Amungsa Minta Pemkab Mimika Pecat Pejabat Korup