Agung Laksono Sayangkan IPM Papua Masih Rendah

share on:
Menkokesra RI, Agung Laksono didampingi Plt. Sekda Papua, Ellia I. Loupatty saat pertemuan dengan Muspida Papua (Jubi/Levi).

Jayapura (20/12) — Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Republik Indonesia Agung Laksono menyayangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua yang masih menempati urutan terendah, yakni rangking ke-33 dari 33 Provinsi di Indonesia.

“Rendahnya IPM Papua tentu memerlukan kerja keras semua pihak baik pemerintah di tingkat Pusat maupun daerah beserta masyarakat untuk berupaya meningkatkan IPM tersebut agar menjadi lebih baik,” kata Menko Kesra Agung Laksono, di Jayapura, Kamis (20/12).

Menurut dia, dengan adanya perubahan paradigma dari pendekatan keamanan menjadi pendekatan kesejahteraan. Maka berbagai macam program dari Kementerian/Lembaga telah digulirkan, namun sangat disayangkan IPM Papua masih rendah.

“Dengan tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tentu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini, semua pihak harus bersama-sama untuk mencari penyebab permasalahan yang selama ini membelenggu. Dalam hal ini mungkin ada komunikasi yang tersumbat baik antara pemerintah Pusat dengan Pemerintah daerah atau antara masyarakat dengan masyarakat, sehingga upaya percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat menjadi tersendat,” tukasnya.

Menanggapi itu, Agung Laksono berpendapat, yang perlu dikritisi dalam hal ini apakah program-program kementerian/lembaga tersebut sudah relevan dengan kebutuhan masyarakat, atau apakah aspirasi masyarakat sudah terakomodasi secara efektif.

“Permasalahan semacam inilah yang perlu dikomunikasikan agar supaya percepatan pembangunan di Papua tepat sasaran. Misalnya pada 2012 program PNPM Mandiri di Papua untuk 29 Kabupaten dan 427 kecamatan dengan bantuan langsung masyarakat (BLM) dari APBN sebesar Rp543 miliar lebih dan dari APBD sebesar Rp115 miliar lebih dengan total sebesar Rp659 miliar lebih kurang berjalan secara efektif. Sementara untuk tahun 2013 dari APBN sebesar Rp642 miliar lebih ada kenaikan sekitar Rp100 miliar dan dari APBD Rp100 miliar lebih terdapat penurunan sebesar Rp15 miliar. Sehingga total BLM sebesar Rp742 miliar lebih. Diharapkan pemanfaatan langsung oleh masyarakat tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, 2013 Kementerian Kesehatan akan menyerahkan bantuan berupa satu pusat kesehatan keliling roda empat untuk kabupaten Yahukimo dan pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah untuk kabupaten Jayapura dan Kabupaten Biak.

“Saya akan memberikan laporan kepada Presiden. Karena Presiden sangat concern terhadap upaya pembangunan kesejahteraan rakyat di Papua dan ingin mengetahui lebih dalam permasalahan-permasalahan dan aspirasi masyarakat setelah diberlakakukannya Otonomi Khusus bagi masyarakat asli Papua,” katanya.(Jubi/Alex)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Agung Laksono Sayangkan IPM Papua Masih Rendah