Kompensasi Bagi Penyanyi dan Pemusik di Papua Minim

share on:
Tarian Papua (tabloidjubi.com)

Jayapura (31/12)—Para penyanyi dan pemain musik di Papua terkadang tak sesuai dengan profesi mereka dalam hal kompensasi. Sebagai profresi entertainment, baik pemusik dan penyanyi dibayar tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sekretaris Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP), Jhon Wanane menegaskan hal itu, Senin, (31/12) di Jayapura. Padahal sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh DKTP, harus esuai dengan mereka punya kemampuan.

“Jadi cost untuk setiap penampilan itu diatas dua juta rupiah. Yang selama ini terjadai adalah keluhan mereka adalah dibayar tidak sesuai dengan standar yang ditentukan oleh DKTP,”nilai Jhon Wanane. Kondisi ini menyebabkan banyak dari mereka yang tidak dapat job untuk menampilkan kemampuan mereka punya bidang olah vocal maupun bermain music.

“Itu karena cost yang dikenakan oleh masyarakat atau sekelompok organisasi atau lembaga yang kontrak mereka tidak sesuai,”nilai Wanane yang juga dosen STT GKI Is Kijne Abepura-Jayapura itu. Itu sebabnya dia berharap untuk semua komponen masyarakat yang menggunakan jasa mereka entah di café-café atau dalam kontrak tertentu, harus seimbang dengan profesi mereka.

“Karena kehidupan mereka adalah menyanyi dan bermain musik. Itu pekerjaan mereka,”ujar Wanane saat dicegat di kantor DKTP yang berlokasi di jantung kota Jayapura itu. Idealnya kata Wanane, penyanyi dan pemusik jika dihargai Rp 2,5-3 juta, karena dia dalam melakoni profesinya satu hari atau satu jam, engergi dia untuk bernyanyi atau bermain musik. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kompensasi Bagi Penyanyi dan Pemusik di Papua Minim