Tiang Pancang Ring Road Hambat Aktivitas Nelayan Tobati

share on:
Pelayan Jemat GKI Viadolorosa Tobati, Pdt. Bastian Worabay (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, (7/1) –– Warga kampung Tobati, Distrik Jayapura  Selatan  Kota Jayapura mengeluh aktivitas melaut mereka perairan  kampung  mereka  terganggu karena  sisa tiang pancang yang teringgal di atas atau di dalam laut sehingga menghalangi saat berperahu.

“Soalnya ketika air surut, warga kesulitan menyeberang dengan perahu akibat terhalang tiang-tiang pancang tersebut,”ujar  Pdt. Bas Worabay yang juga pelayanan jemat GKI Viadolorosa Tobati.

Dia mengakui sisa tiang  pancang pembangunan jalan Ring Road yang dibangun pemerintah Provinsi Papua itu menuai masalah.

Atas nama masyarakat Tobati, Bas Worabay berharap pihak kontraktor dapat membersihkan tiang-tiang tersebut agar mempermudah lalulintas bagi perahu-perahu di kampung mereka.Bukan hanya tiang pancang yang tenggelam dan menjadi masalah. Menurut Worabay saat pemancangan tiang,juga berdampak pada ikan-ikan yang mati, termasuk terumbu karang juga rusak.

“Saat tiang dipancang,  ada  gas yang keluar  menyebabkan ikan mati. Informasi ini juga dibenarkan  kepala distrik dan masyarakat, dorang juga punya cerita seperti itu,”ujar Worabay. Menurutnya dampak lain adalah bagaimana masyarakat menyiapkan diri menghadapi pasca Ring Road   beroperasi.
Menanggapi soal  kompensasi pembangunan ring road kepada masyarakat setempat, Bas Worabay mengatakan pemerintah provinsi sudah membayarnya, namun ada beberapa kepala keluarga (KK) yang belum menerima bagiannya.

“Tanggal 11 Januari ini akan dilanjutkan, sebab kemarin terjadi persoalan  ada oknum kepala kampung yang tidak bagikan kepada  KK yang berhak menerima,”ungkap Worabay, Senin, (7/1) di Kantor Klasis GKI Jayapura. Dia mengatakan sebagian warga dalam hal ini setiap KK sudah dibagi pada  24 Desember 2012 lalu.

Secara terpisah, pelayan jemaat GKI Abara Enggros, Pdt. Rumpaisum mengatakan pembangunan ring road dampaknya terhadap warga jematnya sebenarnya tidak ada. Dia mengatakan sebenarnya yang paling merasakan dampak adalah warga jemat Tobati.

“Dorang (Tobati) yang punya hal ulayat dimana ring road dibangun,”ungkap Rumpaisum. Menurut dia justru kini dia sedang mempersiapkan warganya untuk menghadapi pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp yang berimbas pada hak ulayat warganya. Dia berharap pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp diharapkan ada income yang bagus bagi pemenuhan kesejahteraan masyarakat terutama warga Enggros. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tiang Pancang Ring Road Hambat Aktivitas Nelayan Tobati