Bukti Gugatan Bas-Jon, Ketua KPU Papua Mantan Caleg 2004

share on:
Suasana sidang gugatan pasangan Basjon di PTUN Waena (Jubi/Eveerth)

Jayapura (9/1)—Sidang lanjutan gugatan pasangan Barnabas Suebu dan John Tabo (Bas-Jon) terhadap KPUD Papua, yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, kembali membeberkan bukti terhadap Ketua KPU Provinsi Papua, Beny Sweny, yang terbukti pernah menjadi Calon Legislatif (Caleg) urutan kedua dari Partai Demokrat pada Pemilu tahun 2004.

Hal ini terungkap dari barang bukti  tambahan yang diajukan kuasa hukum penggugat (BasJon), yang mana bukti tersebut termuat dalam nama-nama calon legislatif pada Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sarmi pada Pemilu2004, diajukan dalam  sidang lanjut di Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Jayapura, Rabu (9/1).

Barang bukti yang diajukan ini diteliti oleh majelis hakim PTUN dan juga kuasa hukum KPU Papua,  Piet Nahumury. Setelah diteliti, barang bukti itu diterima sebagai salah satu bukti dalam sidang gugatan Barnabas Suebu dan kawan-kawan melawan KPU Provinsi Papua atas hasil verifikasi bakal calon (Balon) Gubernur dan wakil Gubernur  menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang diumumkan pada 13 Desember 2012.

“Bukti yang kami ajukan ini menunjukan, bahwa, Beny Sweny adalah kader Partai Demokrat yang menjadi ketua KPU Provinsi Papua. Seharusnya, menurut ketentuan, Beny Sweny tidak bisa menjadi Ketua KPU Papua karena dalam mengambil keputusan, tidak netral lagi. Kalau mau jadi anggota KPU, harus sudah tidak lagi menjadi kader partai, paling sedikit lima tahun,” ungkap Kuasa Hukum BasJon, Steve Waramori, SH, usai sidang di PTUN Jayapura, Rabu (9/1).

Steve, pengacara berambut gimbal Rasta Papua ini menjelaskan, barang bukti yang menunjukan, Beny Sweny adalah kader Partai Demokrat akan dilaporkan ke  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) KPU Pusat. “Selain itu, barang bukti lain yang diajukan Basjon yaitu, kliping koran Cenderawasih Pos terbitan 8 Januari 2013 dengan judul : 16 Parpol di Papua Tak Lolos Verifikasi,” paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum BasJon, Semy Latunussa, menuturkan bahwa dalam tulisan dan gambar atau foto itu terungkap bahwa sebelum pengumuman hasil verifikasi (13 Desember 2012, Red.), KPU Papua sudah mengetahui siapa bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang lolos menjadi calon gubernur dan wakil gubernur karena KPU sudah memesan surat suara.

Disamping itu, kuasa hukum KPU, Piet Nahumury mengajukan dua barang bukti berupa dokumen pendaftaran dan verifikasi yang dilakukan DPRP dan KPU Papua.

Persidangan dipimpin Majelis Hakim Taufik Priyanto, Erick Sihombing, Donny Poja, serta Syayadi selaku panitera. Rencananya, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (10/1), dengan agenda pertama, mendengarkan keterangan saksi dari Pansus Pemilukada DPRP dan Tim Verifikasi Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Dan agenda kedua, kesimpulan sidang gugatan Barnabas Suebu melawan KPU Provinsi Papua.

Persidangan ini mendapat  penjagaan aparat Kepolisian, baik yang berjaga-jaga di luar sidang maupun di dalam ruang sidang, terlihat sekitar tiga truck aparat kepolisian dengan pasukan bersenjata lengkap dikerahkan menjaga jalannya persidangan tersebut. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bukti Gugatan Bas-Jon, Ketua KPU Papua Mantan Caleg 2004