Tolak Investasi yang Merusak Hutan Papua

share on:
Hutan Papua (Foto: google.com)

Jayapura (14/1)Orang Papua harus menolak investasi perusahaan raksasa yang merusak hutan dan tempat sakral orang asli Papua. Perusahaan raksasa yang merusak hutan dinilai sebagai penghancur norma dan tempat-tempat sakral di Papua.

Karena itu, salah satu tokoh Papua dari Merauke, Johannes Wob mengatakan, pihaknya akan berkomitmen untuk menolak segala aktivitas perusahaan yang merusak hutan-hutan di Papua.

“Perusahaan yang melanggar AMDAL nanti, atau apabila dalam aktivitasnya, perusahaan merusak hutan, perusahaan itu dicabut,” kata Johannes Wob saat menghubungi tabloidjubi.com per telpon seluler di Jayapura, Papua, Senin (14/1).

Menurut calon wakil gubernur Papua pasangan Noakh Nawipa-Johannes Wob (Noakh-Wob) yang mengusung semboyan Gerakan Rakyat Bersatu ini, hutan merupakan jati diri dan mama bagi orang Papua. Sebagai mama bagi orang Papua, lanjut dia, hutan itu sebagai sumber makanan.

“Kalau hutan hilang, jati diri Orang Asli Papua (OAP)  hilang. Kalau hilang, norma mundur. Kalau hutan rusak, orang Papua cari makan dimana? Hutan ibarat mama bagi orang Papua” ujar Wob, yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Merauke ini.

Data yang dikeluarkan Greenpeace tahun 2009-2010 menyebutkan, setiap tahun, sedikitnya 300 ribu hektar hutan di Papua rusak. Sedangkan menurut data pemerintah, deforestasi di Papua mencapai 143.680 hektar per tahun. Di Papua Barat kerusakan hutan mencapai 293 ribu hektar setiap tahun. (Jubi/Timoteus Marten)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tolak Investasi yang Merusak Hutan Papua