Getaran Mesin Milik PT. BIP Merusak Rumah Warga

share on:
Rumah milik warga, yang berada sepajang pinggiran Jalan Raya Sentani-Abepura (Jubi/Mawel)

Jayapura (18/1)—Getaran mesin alat berat PT. Bina Irian Permata (BIP) yang mengerjakan pelebaran ruas Jalan Raya Sentani-Abepura meretakkan tembok rumah milik warga, yang berada sepajang pinggiran Jalan Raya Sentani-Abepura, tepatnya di daerah tikungan depan Hotel Sentani Indah hingga di Kampung Asei Kecil.

“Saya sudah kena dampak. Tembok rumah retak-retak karena getaran mesin,” ungkap Karolina Ansaka ke tabloidjubi.com saat ditemui di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (16/1).

Menurut Karolina, rumah tembok miliknya yang dibangunnya bersama suaminya pada tahun 2003 dengan biaya relatif mahal pada waktu itu. “Kemungkinan biaya kini lain. Bangun dengan dana 35 juta waktu itu, karena harga semen 15.000 per sak. Sekarang mungkin harga pembuatannya sekitar Rp 60 juta,” terangnya.

Selain itu, retaknya tembok rumah warga ini tak bisa bertahan lama, sehingga membuat penghuninya tak nyaman. Sehingga untuk kenyamanan penghuni rumah, menurut Karolina, jelas rumah itu akan dibongkar dan kemudian membangunnya kembali. “Sudah retak jadi kami minta timbun sekitar halaman supaya bisa membangun yang baru,” katanya.

Sebelum membongkar, Karolina bersama suaminya akan mengajukan gugatan ganti rugi kepada perusahaan. “Otomatis kita bongkar bangun baru, tetapi kami sedang pikir negosiasi untuk ganti rugi,” ungkap Karolina serius.

Selain Karolina, rumah papan, rumah pagung milik warga mengalami pergeseran posisi. Rumah tidak berdiri dalam posisi normal melainkan miring. “Rumah saya miring ke sebela barat,” kata John Ohee, salah satu warga lainnya.

Menurut John, akibat pembangunan jalan ini, halaman rumah menjadi lembab dan saat hujan tergenang air. “Tanah gusuran keliling rumah setinggi atap. Kalau hujan, air masuk karena tidak ada jalan air. Udara dalam rumah jadi lembab,” katanya. (Jubi/Mawel)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Getaran Mesin Milik PT. BIP Merusak Rumah Warga