Akibat Pemberitaan, Dua Wartawan Kaimana Diteror

share on:
Chanry Andrew Suripatty, dalam suatu liputan di Singapura (Jubi/Ist)

Jayapura, (20/1) — Dua wartawan yakni Yakob Onweng (Wartawan Fajar Papua) dan Dominika Hunga Andung (Wartawan Radar Sorong) diketahui mendapat teror secara fisik akibat pemberitaan yang dilakukan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Bidang Advokasi & Kesejahteraan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Chanry Andrew Suripatty, melalui press release yang diterima Tabloidjubi.com, Minggu (20/1) malam.
“Kekerasan terhadap jurnalis dan media kembali terjadi. Sejumlah wartawan di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, menjadi korban pengancaman oleh warga Kaimana, atas tulisan yang berkaitan dengan identitas palsu Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma. Dua wartawan yakni Yakob Onweng (Wartawan Fajar Papua) dan Dominika Hunga Andung (Wartawan Radar Sorong) mendapatkan ancaman yang sama,” Ujar Ketua Bidang Advokasi & Kesejahteraan IJTI Papua, Chanry Andrew Suripatty, di Jayapura.

Dirinya menceritakan, dari penuturan salah seorang wartawan yakni Yakob Onweng (Wartawan Fajar Papua), kejadian pengancaman ini terjadi pada hari Jumat 18 Januari 2013 lalu, menurut Yakob Onweng dirinya diancam sekitar pukul 17.00 WIT, Jumad (18/1) oleh beberapa orang yang mengaku, orang dekatnya Bupati Kaimana.
“Dimana mereka mengancam Yakob Onweng dengan umpatan agar menghentikan pemberitaan soal kasus-kasus Bupati Kaimana karena dianggap pembveritaan yang ditulis sudah keterlaluan,” ucap Chanry, mengutip cerita Yakob Onweng, Wartawan Fajar Papua.

Bukan hanya itu, Yakob Onweng mengaku, rumahnya dicat oleh orang tak dikenal dengan sejumlah tulisan dengan umpatan. Dimana karena merasa takut akan hal itu maka dirinya langsung melaporkan hal itu kepada Kepolisian Resort Kaimana pada Jumat 18 Januari 2013 kemarin.

Dikatakan, pengancaman tersebut bukan hanya terhadap Yakob saja, tetapi Dominika Hunga Andung, wartawan Radar Sorong pun mendapatkan ancaman serupa. Dimana dirinya didatangi sebanyak 4 orang ke rumah kediamannya diantaranya ada dua perempuan itu yakni Oce Latuperisa dan Mince Titirlalobi.

“Sedangkan dua laki-laki lainnya, tidak dia kenal. Mereka langsung mengancam Dominika Hunga Andung untuk tidak boleh lagi menulis pemberitaan tentang kasusnya Bupati Kaimana,” tutur Chanry, mengutip pengakuan wartawan Radar Sorong.

Dari pengakuan wartawan korban teror ini, bahkan rekaman saat para orang dekat Bupati Kaimana ini melakukan pengancaman direkam oleh Dominika. Meski Dominika sudah menjelaskan bahwa dia dan beberapa temannya sudah tidak menulis berita itu, tetapi mereka tetap ngotot dan mengancam untuk tidak menulis lagi.

Dia juga mengakui, setelah ancaman tersebut, dirinya langsung melaporkan hal itu ke Polres Kaimana. Laporan dengan nomor polisi /LP-K/08/1/2013/Papua/Res Kaimana/SPKT tertanggal 19 Januari 2013
“Kasus pengancaman terhadap beberapa Jurnalis di Papua Barat adalah buntut dari pemberitaan tentang dugaan Indentitas palsu yang disandang oleh Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma yang sempat diberitakan oleh beberapa media di Papua Barat,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua IJTI Papua, Ricardo Hutaean mendesak Kepolisian Resort Kaimana untuk mengusut hingga tuntas kasus kekerasan (pengancaman dan pemaksaan kehendak) yang menimpa Dua wartawan yakni Yakob Onweng (Wartawan Fajar Papua) dan Dominika Hunga Andung (Wartawan Radar Sorong).
“Kami menyesalkan tindakan pengancaman dan pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh orang-orang dekat Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma dan mendorong untuk menempuh mekanisme penyelesaikan sengketa berita dengan cara-cara yang sudah diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Peraturan Dewan Pers tentang Pedoman Hak Jawab,” tandasnya. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Akibat Pemberitaan, Dua Wartawan Kaimana Diteror