AIR TAK ADA, PETUGAS KESEHATAN DI WAAN KABUR

share on:

Kadis Kesehatan Merauke, Stef Osok (Jubi/Ans)

Merauke (24/1)—Salah satu permasalahan mendasar yang terjadi di Distrik Waan adalah air minum. Masyarakat maupun tenaga medis yang bertugas disana, dapat bertahan lama untuk menjalankan tugasnya jika bak penampung air hujan, selalu ada. Jika hujan tidak turun, otomatis tenaga medis akan kabur ke Kimaam atau Kota Merauke.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Stef Osok dalam arahannya bersama petugas kesehatan di Los Permain beberapa hari lalu menjelaskan, jika datang musim hujan, para tenaga medis akan betah tinggal dan dapat menjalankan tugas pelayanan sebagaimana biasa. “Ya, memang kondisinya seperti demikian yang dialami dan dirasakan dari tahun ke tahun,” katanya.

Olehnya, lanjut Stef, permasalahan dimaksud agar dapat direspon oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Sehingga kedepan, pelayanan dapat berjalan lebih baik lagi. “Saya yakin petugas medis akan betah tinggal dan melaksanakan tugasnya jika fasilitas menunjang termasuk kebutuhan air minum sehari-hari,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengungkapkan, pihaknya sudah memikirkan jalan keluar penyelesaian yang terbaik. Dimana, tahun ini, akan dilakukan penyulingan terhadap air asing menjadi air tawar. “Saya targetkan tahun ini sudah dapat terlaksana,” tuturnya. (Jubi/Ans)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  AIR TAK ADA, PETUGAS KESEHATAN DI WAAN KABUR