MAU COBLOS, TAPI PENGHUNI LAPAS ABE TAK KENAL CAGUP PAPUA

share on:
Suasana pencoblosan Pilgub Papua dalam liingkungan Lapas Abepura (Jubi/Eveerth)

Jayapura, (29/1) — Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Papua telah berlangsung dan kini masih menunggu hasil perhitungan, namun dari semua ini, ternyata warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Abepura mengaku belum mengenal enam kandidat yang maju.

Hal ini terungkap saat kerumuman warga binaan yang hadir di TPS 24 di Lapas Abepura mengaku selama ini tidak mengetahui apa yang menjadi visi misi dan program kerja dari enam kandidat putra-putra terbaik anak asli Papua ini.

“Kami belum mengenal secara baik kandidat, sehingga banyak teman-teman warga binaan yang masih belum jelas pilih siapa yang layak jadi gubernur dan wakil gubernur untuk lima tahun kedepan,” ujar Jhon Tanati, Warga Binaan Lapas Abe yang ikut menggunakan hak pilihnya.

Dirinya mengakui, warga binaan tidak bisa melihat lewat televisi atau mendengarkan siaran radio, karena jikalau menonton televisi sering dilakukan hanya saja waktu yang diberikan terbatas. “Sehingga kami tidak sempat menonton keenam figur tersebut, apa lagi saat mereka lakukan debat kandidat pekan lalu,” katanya.

Sementara itu, Pdt. Darius Kogoya, salah satu warga Binaan Lapas Abepura yang tahanan politik karena kasus makar, meminta adanya perhatian yang penuh dari enam kandidat, jika lolos , agar memperhatikan keberadaan orang Papua, apa lagi Otonomi Khusus masih berlaku.

”Untuk masalah hukum juga sangat penting menjadi perhatian, sebab terutama bisa melihat masalah krusial di Tanah Papua, melihat apa yang menjadi aspirasi dan kemauan rakyat Papua,” kata Darius Kogoya.

Sebanyak 317 warga binaan lembaga pemasyarakatan Klas IIA Jayapura yang biasa disebut Lapas Abepura, Selasa pagi (29/1), menggunakan hak pilihnya dengan situasi berjalan aman dan lancar.

Sedangkan, Ketua Ketua kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 24 Kelurahan Awiyo, Adolof Itaar, mengatakan bahwa warga yang menggunakan hak pilihnya berjalan aman dan tertib.

“Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Lapas Abepura ditambah dengan warga sekitar berjumlah 371, dimana sudah termasuk ada warga dari luar sekitar Lapas yang masuk ikut coblos,” ujar Adolof Itaar, yang juga staf Lapas Abepura ini.

Pantauan Tabloidjubi.com, warga binaan juga antusias mendengar siaran radio yang melaporkan jalannya berbagai pemilihan dari TPS-TPS di seluruh Provinsi Papua. sedangkan beberapa terlihat tidak menggunakan dan hanya santai diruangan atau kerumunan-kerumunan di dalam Lapas. (Jubi/Eveerth)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MAU COBLOS, TAPI PENGHUNI LAPAS ABE TAK KENAL CAGUP PAPUA