SEMINGGU TERDAMPAR DI PNG, AKHIRNYA 3 NELAYAN DIPULANGKAN

share on:
Jahar Gultom, tiga nelayan dan Salmon Itaar, saat tiga nelayan diserahkan kepada pihak keluarga di kantor BPKLN Jayapura (Jubi/Eveerth)

Jayapura, (5/1) — Tiga nelayan asal Jayapura yang terdampar di perairan negara tetangga Papua New Guinea (PNG), akhirnya melalui Konsulat RI di Vanimo di pulangkan ke pihak keluarga melalui Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) di Jayapura

Pantauan Tabloidjubi.com, ketiga nelayan saat tiba lansung di sambut sukacita dan tangisan dari pihak keluarga. Salah seorang nelayan langsung memeluk anaknya sambil menangis karena bisa kembali berjumpa dengan keluarga.
Sebelumnya, tiga orang nelayan asal Jayapura Thalib, Baba dan Nazir yang hilang karena terseret arus saat melaut, 25 Januari lalu ditemukan di pantai Desa Kauk antara Desa Aitape dan Propinsi Wewak, Papua New Guinea pada tanggal 30 Januari oleh masyarakat di wilayah tersebut.

Tiga nelayan asal Indonesia sudah berlayar sejak 25 Januari 2013 lalu dan beberapa hari di lautan mencari ikan. Tapi saat hendak pulang menuju Jayapura, Papua, kapal mereka dihantam ombak, sehingga mesin kapal rusak dan mati. Akibatnya, mereka pun terombang-ambing di atas kapal dan dibawa arus hingga ke Desa Kuwak di wilayah Papua Nugini.

Konsul Republik Indonesia di Vanimo, Jahar Gultom mengatakan, setelah mendapat informasi ada nelayan Papua atau WNI yang terdampar di PNG, pihaknya langsung mengadakan upaya pencarian.
“Informasi dari kepolisian yang menyebutkan ada WNI yang terdampar di Desa Kauk dan kami langsung mengadakan kontak dengan pihak kepolisian,” ujar Jahar Gultom, saat menceritakan kronologis saat serahkan para nelayan kepada keluarganya di kantor BPKLN di Entrop, Kota Jayapura, Selasa (5/2)

Dirinya menuturkan, sejak hari pertama saat ketiga nelayan itu ditemukan, pihaknya sudah berusa membawa mereka kembali ke Indonesia. Namun, karena tidak ada transportasi serta gelombang masih tinggi,  ketiga nelayan ini baru bisa dievakuasi dari Wawek ke Aitape.

“Dan hari ini baru mereka bisa diberangkatkan dari Aitape ke Papua. Yang pasti ini kecelakaan murni. Ketiga nelayan itu tidak melakukan ilegal fishing. Pemerintah RI sendiri sangat memberikan perhatian kepada warga apapun profesinya sehingga kami sebagai perwakilan RI di luar negeri langsung mencari tahu,” tutup Johar Gultom.

Salah satu nelayan, Thalib (22) menceritakan, saat itu ia dan rekannya diterpa gelombang dan angin. Akibatnya mesin perahu mereka mati dan sementara stok bahan bakar juga habis.
“Taksiran saya saat itu ketinggian ombak mencapai 7-8 meter disertai hujan dan angin. Kami berusaha mempertahankan agar perahu jangan terbalik. Namun karena ombak menghantam mesin, sehingga mesin mati. Bahan bakar juga habis,” kata Thalib

Diakuinya, setelah tiga jam, gelombang akhirnya reda. Ia dan rekannya memasang layar dan berusaha mencari pulau terdekat dan mengikuti kemana arus membawa mereka.
“Akhirnya arus membawa kami ke pantai Desa Kauk. Saat jarak dari pantai sekitar 20 meter, masyarakat yang melihat kami langsung turun dan membantu kami membawa perahu ke pantai. Kami lalu menginap semalam di Desa Kauk. Keesokan harinya baru polisi menjemput kami dan kami dibawa ke Kota Wewak dan selanjutnya diserahkan ke Konsulat RI yang ada di sana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua, Drs. Salmon Itaar menambahkan, kepada para nelayan agar kedepannya bisa mengecek secara baik apa yang menjadi kebutuhan selama mencari ikan dilaut, sehingga tidak mengulang hal yang sama.
“Kami juga mendapatkan informasi dari keluarga, dimana dua tiga hari tidak pulang, sehingga kami teruskan berita ini kepada konsulat RI di Vanimo. Berkat kerja keras bisa dipulangkan dalam kondisi aman,” ujar Salmon Itaar. (Jubi/Eveerth)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SEMINGGU TERDAMPAR DI PNG, AKHIRNYA 3 NELAYAN DIPULANGKAN