BUKU POTRET MANUSIA POHON DILUNCURKAN

share on:
Suasana Peluncuran Buku Manusia Pohon (Jubi/Musa)

Jayapura (7/2) – Buku bertajuk Potret Manusia Pohon dengan sub judul “Komunitas adat terpencil suku Korowai di daerah selatan Papua dan tantangannya memasuki peradaban baru” diluncurkan sekaligus dibedah di Aula Rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Kamis (7/2) siang.

Buku ini ditulis oleh Hanro Yonathan Lekitoo, peneliti dan dosen di jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen Jayapura. Buku potret manusia pohon berisi tiga hal. Pertama, menceritakan sejumlah aspek budaya orang ‘Korowai.’ Kedua, mengambarkan upaya penulis untuk menunjukkan pada tingkat berapakah perkembangan peradaban orang Korowai sesuai dengan delapan tingkat perkembangan peradaban mansuia menurut teori evolusi H.L Morgan.

Hal ketiga dalam buku tersebut yakni sebagai penjelasan penulis tentang perubahan-perubahan yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan orang-orang Korowai. Mengingat berbagai informasi penting tentang orang Korowai dan prospeknya kedepan.

Hanro Yonathan Lekitoo, penulis buku tersebut, membagi bukunya dalam enam bagian. Bagian pertama pendahuluan, bagian kedua tentang keragamaan dan komunitas suku-suku asli di Papua, bagian ketiga membahasa lokasi dan potret kebudayaan korowai. Selanjutnya, bagian keempat mengulas panjang lebar soal tantangan memasuki peradaban baru, bagian kelima menjelaskan membangun peradaban Korowai. Terakhir, bagian enam adalah penutup.

Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura, Festus Simbiak menilai buku yang ditulis Hanro adalah sebuah teknologi. Festus mengatakan, teknologi adalah budaya. Masyarakat suku Korowai mengembangkan budayanya. Budaya juga diartikan sebagai upaya untuk mengatasi segala macam masalah yang ada. Manusia pohon menggambarkan upayanya untuk mengatasi kehidupannya dengan membuat rumah diatas pohon. “Manusia pohon itu teknologi,” kata Simbiak diawal pembukaan acara peluncuran sekaligus bedah buku Potret Manusia Pohon.

Festus meminta kalimat ‘Potret Manusia Pohon’judul buku itu diperbaiki. Dengan alasan, kata dia, judul itu menggambarkan seolah-seolah manusia Korowai hidupnya hanya diatas pohon dan berpindah-pindah dari pohon yang satu ke pohon yang lain. “Memang manusia pohon adalah bagian dari hidup mereka. Tapi, mungkin bisa diperbaiki. Ini hanya masukan saja,” tuturnya.

Pantauan tabloidjubi.com, peluncuran dan bedah buku Potret Manusia Pohon dihadiri para dosen, pejabat pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), penulis buku dan masyarakat umum. Turut hadir, kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, Bambang Darmono, Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura. Peluncuran ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis dari penulis ke Rektor Uncen Jayapura, Festus Simbiak kemudian Rektor menyerahkannya ke pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uncen sebagai bahan pembelajaran sekaligus dokumen. (Jubi/Musa)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BUKU POTRET MANUSIA POHON DILUNCURKAN