PENAHANAN ANAK CAGUB PAPUA DITANGGUHKAN

share on:
Ilustrasi. (Google.com)

Jayapura, 7/2 (Jubi) – Penahanan MRK (28), anak salah satu Calon Gubernur (Cagub) Papua ditangguhkan Polresta Jayapura. MRK ditahan polisi sejak, Rabu (6/2) kemarin karena yang bersangkutan menganiaya mantan pacarnya berinisial MK (24).

Kapolrseta Jayapura, AKBP Alfred Papare mengatakan, penangguhan penahan MRK berdasarkan pertimbangan penyidik karena yang bersangkutan berjanji tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan juga kooperatif saat diperiksa.

“Disamping itu keluarganya menjamin jika pelaku akan datang setiap dipanggil penyidik. Selain itu rencananya kedua belah pihak ada kesepakatan untuk berdamai. Namun jika belum ada perdamaian proses hukum tetap jalan,” kata Alfred, Kamis (7/2).

Menjurutnya, pelaku saat ini sudah berstatus tersangka karena dari hasil pemeriksaan serta barang bukti, yang bersangkutan terbukti melakukan penganiayaan.

“Jadi pelaku sudah tersangka. Jika nanti ada permintaan dari kedua pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan, polisi hanya membantu menfasilitasi. Namun jika tidak ada, kita tetap proses karena yang bersangkutan terbukti melakukan penganiayaan itu,” ucapnya.

Kejadian penyaniayaan itu terjadi di tempat karaoke keluarga Happy Puppy, Ruko Dok II Jayapura, Selasa malam (5/2). Tidak hanya menganiaya korban, pelaku juga menganiaya seorang karyawan Happy Puppy, Sefian Megi (24). Akibat aksinya pelaku MK mengalami luka robek pada bagian hidung hingga mengeluarkan darah. Sedangkan Sefian Megi (24) luka bibir tembus gusi.

Tak terima perbuatan pelaku, korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Jayapura Kota, Rabu (7/2). Dalam laporannya, MK mengatakan, penganiayaan tersebut bermula saat dia masuk kedalam rumah bernyanyi bersama pacarnya. Namun tiba-tiba datang pelaku sambil menunjuk-nunjuk korban sehingga ia terpaksa keluar menanyakan maksud pelaku.

Namun pelaku manarik korban ke dalam ruang kosong yang ada di lokasi lalu memukul korban hingga hidung mengalami luka robek. Sefian Megi yang berusaha melerai justru menjadi sasaran amuk pelaku. MRK juga merusak layer LCD LG 42 inchi yang ada di ruangan karaoke.

“Saat itu anggota langsung mengamankan pelaku. Pihak pelaku sempat meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan, namun keluarga korban tidak berkenan dan meminta orang tua pelaku datang menyelesaikan. Tapi orang tua pelaku tidak datang, sehingga proses lanjut,” tandas Alfred. (Jubi/Arjuna) 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENAHANAN ANAK CAGUB PAPUA DITANGGUHKAN