SPBU “NAKAL” TERANCAM DITUTUP

share on:
Papan pengumuman di pintu masuk SPBU Henny Jones Oyehe Nabire. (Jubi/Markus You)

Nabire, 6/2 (Jubi) — Pihak Pertamina Depot Nabire mewarning 4 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di daerah ini untuk tetap berpatokan pada aturan dan perjanjian kerja sama dalam menjalankan tugas melayani para pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar maupun Premium.

Pimpinan Fuel Retail Marketing Pertamina Depot Nabire, Matius Lilin, mengatakan, jika oknum karyawan maupun pihak perusahaan (SPBU) melakukan pelanggaran dalam penjualan BBM, sudah ada konsekuensinya. “Jangan layani penimbun BBM, entah dengan cara pengisian dobel, pakai tangki modifikasi, drum ataupun jerigen. Semua sudah ada aturannya. Ini BBM bersubsidi untuk masyarakat, tidak dibenarkan memanfaatkan keuntungan dengan cara apapun,” ujarnya ke tabloidjubi.com, Rabu (6/2).

Matius mengingatkan, peristiwa kebakaran yang terjadi di SPBU 84.988.01 Henny Jones Oyehe, 14 Desember 2012, tidak terulang lagi di waktu mendatang. Kejadian itu akibat pengisian BBM jenis premium oleh salah satu oknum aparat keamanan yang menggunakan tangki modifikasi. “Hal itu jangan terulang lagi, jangan ada SPBU nakal di Nabire. Kami sudah sampaikan peringatan keras ke SPBU Oyehe dan juga perhatian bagi tiga SPBU lainnya,” kata dia.

Kebijakan Pertamina terhadap SPBU yang terbukti tidak taat aturan, sejak awal bulan ini tidak memasok BBM lagi. Awalnya, penghentian pasokannya selama satu bulan ke depan, namun ada keringanan, hanya berlaku seminggu. Sabtu (8/1), Pertamina akan pasok BBM ke SPBU Oyehe.

“Kalau sampai terjadi kasus lagi seperti yang kemarin dan ada temuan lain, kami akan cabut surat ijin usaha SPBU itu,” ujar Matius Lilin.

Kehadiran SPBU, imbuh dia, tidak lebih dari menerima pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan menjualnya ke para pemakai BBM bersubsidi dari pemerintah. (Jubi/Markus You)

Tags:
Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SPBU “NAKAL” TERANCAM DITUTUP