WARGA KOROWAI MINTA PEMEKARAN

share on:
Ismael Muru Merei (Jubi/Musa)

Jayapura (7/2) – Sejumlah warga suku Korowai, bagian selatan Papua meminta daerahnya dimekarkan. Karena sampai saat ini, daerah itu masih tertinggal dari pembangunan.

Otniel Yalihatu, ketua perwakilan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) suku Korowai mengaku masyarakat meminta pemekaran karena kedepan, Korowai akan menjadi wilayah sengketa dari lima Kabupaten yang mengelilingi Korowai. Sebagian kampung di Korowai sudah masuk dilima Kabupaten. Lima Kabupaten itu masing-masing Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pengubin), Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Mappi.

Selain itu, hampir semua perkampungan di Korowai belum menikmati pembangunan. Belum ada bangunan pemerintah maupun puskesmas dan sekolah. “Kampung-kampung yang masuk dilima kabupaten didekat daerah kami, memang sudah tersentuh pembangunan tapi masih sedikit. Sebagian besar belum merasakan pembangunan. Sebagian besar masyarakat belum menikmati pembangunan,” kata Otniel kepada wartawan di Abepura, Kamis (7/2).

Bertolak dari dia, kata Otniel, masyarakat meminta pemekaran. Dengan adanya pemekaran, mereka dapat mengatur dirinya sendiri. Tapi juga pembangunan dari pemerintah juga dirasakan dan langsung menyentuh masyarakat. “Karena sampai sekarang belum ada pembangunan ditempat kami maka kami minta pemekaran,” ujarnya.

Ketua Tim Aspirasi Independen Pemekaran Kabipaten Korowai Raya, Ismael Muru Merei mengatakan, permintaan pemekaran bukan dari mahasiswa tetapi murni dari masyarakat. “Karena masyarakat yang minta pemekaran maka kami mahasiswa memperjuangkan dan melanjutkan aspirasi tersebut,” tuturnya.

Ismael mengaku, aspirasi pemekaran Korowai baru disampaikan secara lisan, belum secara tertulis ke Pemerintah pusat. Penyampaian secara lisan itu sudah sampai ke Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) di Jakarta. “Dua orang penerima aspirasi adalah Paskalis Kossay dan Agustina Basik-Basik. Sementara ini aspirasi kami sedang didiskusikan,” ungkapnya. Tanggapan terkait penyampaian aspirasi itu bakal direspon dalam waktu dekat ini. (Jubi/Musa)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARGA KOROWAI MINTA PEMEKARAN