MATHIUS: PEMBANGUNAN HARUS TERARAH

share on:

Matius Awaitauw kemeja Biru (Jubi/Mawel)Sentani, 22/2 (Jubi)—Menurut Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, pembangunan harus terarah kepada masyarakat dengan mematuhi sejumlah kearifan lokal yang ada. Sebab pembangunan berujung kepada kepentingan masyarakat. Misalnya saja, memasukkan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan dasar hingga menegah. “Pendidikan harus memenuhi kearifan lokal. Ini membuat masyarakat ada di garis depan dalam pembangunan di Kabupaten Jayapura. Kita akan mulai dengan aksi-aksi nyata,” katanya, Kamis (21/2).

Masuk tidaknya kearifan lokal itu, kata Mathius, kembali kepada sistem kerja pemerintah. Sistem kerja pemerintah yang baik dan benar menjalin informasi dari masyarakat. “Jalankan sitem dan yang baik agar informasi yang benar sesuai fakta yang ada, agar kita tingkatakan kualitas pelayanan. Sebab ini berdampak pada peningkatan kualitas manusia. Peningkatan kualitas pelayanan ini demi terwujudanya peningkatan indeks pebangunan di Kabupaten Jayapura. Sehingga, dari waktu ke waktu, kita bisa lihat hal semua harus meningkat,” kata pria asli Kampung Ayapo ini.

Menurut Mathius, penyelenggara pemerintah tak hanya bicara-bicara. Pemerintah harus mewujudakan pembicaraan dengan semangat dan kerja nyata, dengan mempelajari seluruh proses pembangunan yang baik. “Kita jangan hanya semangat, tapi caranya juga kita pelajari agar ada perubahan jadi nayata. Perubahan nyata itu mesti harus ada, sebab ada ucapan terima kasih ke pemerintah atas pelayanannya. Supaya suatu waktu, mereka sampaikan terima kasih. Tapi saat ini, belum bisa sampaikan terima kasih karena ada banyak yang belum puas,” terangnya panjang lebar.

Menurut Cicilia Sokay, Aktivis Yayasan Lingkungan Hidup (YALI) Papua, pemerintah sangat terbuka terhadap masyarakat. Pemerintah lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dengan memasukan kearifan lokal ke dalam sistem pembangunan ini perlu diberikan dorongan dari semua pihak. “Bupati sudah membuka ruang bagi publik. Tinggal kemauan semua pihak mau terlibat atau tidak, bangun koordinasi atau tidak dan mau menerjemahkan atau tidak,” kata wanita asli Sentani, alumnis STIE Ottow Geirler ini. (Jubi/Mawel)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MATHIUS: PEMBANGUNAN HARUS TERARAH