KPU DIHARAP BIJAK DALAM PEMBAGIAN KURSI LEGISLATIF

share on:
Sekertaris Komisi A DPR Papua, Yulius Miagoni. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 28/2 (Jubi) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua diharapkan bijaksana dalam pembagian jumlah kursi legislatif dari setiap Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada.

Sekertaris Komisi A DPR Papua, Yulius Miagoni yang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang masuk Dapil III yakni Nabire, Paniai, Dogiyai, Intan Jaya dan Mimika mengatakan, iklan konsultasi publik yang dipasang KPU di media sudah cukup baik. Namun ada beberapa hal yang perlu dikoreksi termasuk pembagian kursi disetiap Dapil.

“Ada sedikit masukan akan iklan tersebut. Tahun lalu hanya ada enam Dapil yang 2014 mendatang menjadi tujuh. Itu langkah yang tepat. Hanya saja kami sarankan agar pembagian kursi ditinjau kembali,” kata Yulius Miagoni, Kamis (28/2).

Ia mencontohkan terjadi selisih yang jauh antar jumlah kursi Dapil VII yakni Boven Digoel, Mappi, Merauke dan Asmat dengan jumlah kursi di Dapil II yang meliputi Biak, Supiori, Yapen, Waropen dan Mamberamo Raya. Dapil VII yang jumlah penduduknya 497,980 ribu dijatah enam kursi. Sementara Dapil II dengan penduduk 365,575 ribu jiwa, empat kursi.

“Jadi selisihnya jauh antara. Sementara Dapil III yang dulunya Dapil V yakni, Nabire, Timika, Paniai, Dogiyai dan Intan Jaya yang lalu mendapat alokasi 12 kursi saat hanya tiga kabupaten yakni Panai, Nabire dan Mimika, sekarang tinggal 10 kursi, padahal sudah menjadi enam kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya, secara logika, bertambahnya tiga kabupaten baru tentu saja jumlah penduduk di Dapil III juga bertambah. Sehingga harusnya jatah kursi Dapil III tetap 12. Berkurangnya kursi Dapil III, tentu saja membuat mereka yang berasal dari sana merasa dirugikan.

“Harus tetap atau bertambah. Tapi kok sekarang tingga 10 kursi. Tidak wajar jika ada Dapil yang jumlah kabupatennya bertambah, kursinya kurung. Kami harap Dapil III ditambah satu kursi lagi. Ini tidak masuk akal. Apakah di sana tidak ada penambahan penduduk. Memang tidak bisa dipaksakan tetap 12 kursi. Tapi kami tidak terima jika turun sampai dua kursi. Yang wajar 11 kursi. Apalagi ada penambahan kursi di DPR dari 45 menjadi 55,” katanya.

Namun lanjut dia, pihaknya tak bermaksud mengitervensi tugas KPU. Hanya saja sebagai perwakilan dari Dapil III pihaknya meras dirugikan. Hanya saja belum ditehaui apa alasan KPU karena belum bertemu langsung.

“Tapi kita tetap hargai mereka. Ini masih konsultasi publik, bukan putusan sah jadi masih bisa dirubah. Kami berharap ada perubahan kursi kedepannya,” ujar Miagoni. (Jubi/Arjuna) 

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KPU DIHARAP BIJAK DALAM PEMBAGIAN KURSI LEGISLATIF