UNTUK MENDAPAT JAMKESPA HARUS LEWATI MEKANISME BERJENJANG

share on:
KADINKES PAPUA, JOSEF RINTA (Jubi/alex)

Jayapura (8/3) — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Josef Rinta mengatakan, untuk mendapat pelayanan Jaminan kesehatan masyarakat Papua (Jamkespa) di rumah-rumah sakit umum daerah harus melewati mekanisme berjenjang (rujukan).

“Saya kira niat Pemerintah Papua dalam program Jamkespa adalah memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat asli Papua yang dianggap tidak mampu. Apabila membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan, mereka akan dijamin oleh pemerintah. Tetapi untuk mendapatkan jaminan kesehatan Papua harus melewati mekanisme berjenjang (rujukan),” kata Kepada Dinas Kesehatan Papua, Josef Rinta kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (8/3).

Dia menjelaskan, jika masyarakat ingin mendapat pelayanan Jamkespa di rumah sakit, terlebih dulu harus datang ke Puskesmas, kalau tidak bisa ditangani di Puskesmas baru jika memerlukan tindakan medis tertentu yang memang tidak ada di puskesmas silahkan di rujuk ke rumah sakit.

“Jadi jika sakit, jangan main langsung-langsung ke rumah sakit. Kasihan sekarangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II menanggung beban berat. Makanya sekarang kita harapkan, rumah sakit menjadi pusat pengobatan rujukan penanganan kasus-kasus yang gawat darurat dan kasus-kasus yang perlu tindakan operasi, tetapi kalau kasusnya hanya malaria ringan, panas, demam, dan diare datanglah ke Puskesmas lebih dulu, jika tidak bisa ditangani bari minta dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Menanggapi itu, dirinya meminta agar Puskesmas dapat meningkatkan kinerja terutama di wilayah kota, pasalnya di kota ada 12 puskesmas, tetapi dari 12 hanya dua yang memiliki rawat inap 24 jam. Sementara yang 10 kita harapkan bisa buka 24 jam, atau minimal buka klinik sore, sehingga bisa menampung pasien yang datang berobat.

“Misalnya di daerah Dok IX, masyarakat harus mengunjungi puskesmas yang ada di daerah itu, kalau tidak bisa baru dilakukan rujukan ke RSUD Dok II, tetapi masyarakat jangan tembak langsung ke Dok II. Yang namanya datang ke Unut Gawat Darurat (UGD) adalah kasus darurat. Untuk itu, datanglah ke fasilitas kesehatan dikala masih sakit ringan,” ujarnya.

Saat ditanya soal bagaimana cara untuk mengubah penilaian masyarakat akan Jamkespa, kata Josef, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dimana kita akan membangun jejaring dengan seluruh rumah sakit yang ada.

“Jadi siapapun masyarakat Papua yang membutuhkan layanan kesehatan datang saja ke rumah sakit terdekat, kita akan memberi pelayanan, tetapi harus dengan mekanisme rujukan, jadi harus ke puskesmas dulu. Memang yang kami dengar masyarakat keberatan, ya supaya tidak sakit harus berperilaku bersih dan sehat, kemudian kalau masih gejala ringan cepat datang ke Puskesmas terdekat, jangan tunggu sudah parah baru datang,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk Papua tenaga keseatan masih terbatas. Jadi kalau kita sudah sakit parah tentu memerlukan obat dan terapinya sudah harus kombinasi. Untuk itu, perlu yang namanya kesadaran masyarakat, seperti datang ke Posyandu, periksa kesehatan enam bulan sekali di Puskesmas. Tetapi disisi lain, puskesmas juga harus memperbaiki kinerjanya dengan baik,” tambahnya.(Jubi/Alex)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  UNTUK MENDAPAT JAMKESPA HARUS LEWATI MEKANISME BERJENJANG