JONAH WENDA: HARUS ADA RUANG PERUNDINGAN ANTAR DUA BANGSA

share on:
Jonah Wenda (Carol/Jubi)

Jayapura, 13/3 (Jubi)Juru Bicara TPN/OPM, Jonah Wenda mengatakan kepada Pemerintah Pusat di Jakarta untuk melakukan perundingan antara dua bangsa, Papua Barat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, di bawah pengawasan pihak ketiga.

Harapan untuk melakukan perundingan antara dua bangsa ini, disampaikan kepada elit birokrasi Pemerintah Indonesia di Papua untuk memberi sinyal kepada Pemerintah Pusat di Jakarta untuk melakukan perundingan dengan elit perjuangan bangsa Papua, diwakili TPN/OPM. “Pangdam, DPRP dan Polda Papua harus menyampaikan kepada Jakarta untuk melakukan perundingan antara bangsa Papua dan Papua Barat dengan NKRI di bawah pengawasan pihak ketiga,” kata Wenda, Selasa (12/3) di Jayapura.

Perundingan ini dengan Pemerintah Pusat  sejalan dengan perjuangan elit politik bangsa Papua, Organisasi Papua Merdeka (OPM) sehingga pihak yang bertatap muka dalam ruang perundingan adalah TPN/OPM dengan Pemerintah Pusat. Menyangkut perjuangan elit TPN/OPM yang selama ini diberi kesan anarkis, Wenda menampik karena perjuangan TPN/OPM mengedepankan pendekatan damai.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa yang melakukan penembakan belakangan ini yang mengakibatkan berjatuhan korban, didalangi TPN/OPM . Sebab kita tidak punya bukti dan sejauh ini belum ada investigasi kepada anggota TPN/ OPM untuk mengetahui lebih detil apakah mereka sebagai pelakunya,” ujarnya.

Sementara untuk mengurangi korban jiwa baik sipil maupun pihak aparat di Papua, Wenda mengatakan perlu adanya keterbukaan dari Pemerintah Pusat untuk berunding dengan elit perjuangan bangsa Papua. “Sekarang Pemerintah jalan sendiri. Karena itu, kami minta harga permintaan kami untuk duduk dan berunding,” katanya. (Carol/Jubi)

Tags:
Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  JONAH WENDA: HARUS ADA RUANG PERUNDINGAN ANTAR DUA BANGSA