HARUSNYA EVALUASI OTSUS DAN DIALOG, BUKAN PAMERAN

share on:
Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPR Papua, Yan Mandenas. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 19/3 (Jubi)—Kritikan rencana pameran Otsus di Jakarta, awal April mendatang terus berdatangan. Tak hanya dari pengamat dan masyarakat, namun juga pihak legislatif.

Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPR Papua, Yan Mandenas mengatakan, ia sangat tidak setuju dengan rencana pameran tersebut. Harusnya Otsus dievaluasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pameran.

“Kenapa tidak evaluasi Otsus sebelum buat pameran. Yang tepat bukan pameran, tapi evaluasi Otsus selama kurang lebih 12 tahun berjalan. Selain itu pemerintah Papua harusnya menfasilitasi dialog Jakarta dan Papua guna mencari solusi terbaik bagi Papua. Masyarakat minta kan dua hal itu,” kata Yan Mandenas, Selasa (19/3).

Menurutnya apa yang akan dipamerkan dari Otsus. Jutsru masih banyak yang harus dibenahi dari kebijakan Otsus. Untuk itu yang terpenting adalah evaluasi Otsus, karena selama ini hal itu belum dilakukan. Jika memang ingin membuat pameran, kenapa tidak di Papua agar masyarakat bisa memberikan masukan.

“Orang Jakarta tahu apa tentang Otsus. Mereka tidak tahu seperti apa indikator keberhasilan Otsus. Jika Index Pembangunan Manusia atau IPM Papua masih terendah diseluruh Indonesia, lalu apa yang mau dipamerkan. Tidak ada kebanggaan dari pameran Otsus ini,” ujarnya.

Dikatakan,  di era Otsus justru terjadi banyak masalah dan banyak penyimpngan anggaran. Korupsi lebih dominan dibanding pembangunan. Mulai ratusan juta hingga miliar. Ini yang harus dievaluasi dan dibenahi bersama. Pameran Otsus sama saja buang anggaran yang begitu besar.

“Lebih baik undang orang luar datang melihat dan kegagalannya dimana. Selama ini sudah banyak masukan dan evaluasi yang dilakukan LSM dan peneliti terkait Otsus Papua, namun Pemprov tidak peduli. Ini kegiatan yang tidak beda jauh dengan Raimuna lalu. Setalah Raimuna apa yang kita dapat? Saya lihat ini ada kepentingan kelompok tertentu dan pemborosan anggaran,” ujar Yan Mandenas. (Jubi/Arjuna)

Editor : Cunding Levi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HARUSNYA EVALUASI OTSUS DAN DIALOG, BUKAN PAMERAN