PENGURUS DPP MKC PAPUA DILANTIK

share on:
Suasana Pelantikan Penggurus DPP MKC Papua di Manado, Sulawesi Utara. (Jubi/Mawel/Lagowan).

Jayapura,20/3(Jubi)Uskup Manado Mgr. Yoshep Swantan melantik Dewan Pengurus Pusat Mahasiswa Katolik Cendrawasih (DPP.MKC) Papua di Manado. Pelantikan ini berlangsung dalam suasana doa bersama.   

Hal ini  disampaikan Ketua terpilih Dewan Pengurus Pusat Mahasiswa Katolik Cendrawasih (DPP.MKC), Yanowarius Lagowan kepada tabloidjubi.com, Rabu (20/3) melalui releasenya.

“Kami doa bersama menyambut terpilihnya pemimpin Gereja Katolik,”ujarnya. Dikatakan pelantikan pengurus MKC St.Albertus Agung periode 2013-2014 berlangsung di aula Keuskupan Manado, Sulawesi Utara,(16/3).

Ketua terlantik, Dewan Pengurus Mahasiswa Katolik Cendrawasih (MKC) Papua St. Albertus Agung, Januarius Lagowan mengatakan  MKC berfungsi sebagai  sebuah wadah pembinaan kepemimpinan, moral dan pengembangan kesejahteraan bercorak katolik dalam satu semangat kebersamaan.

Lebi lanjut Lagowan mengatakan organisasi MKC didirikan pada 18 Februari  1995 di Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara, oleh sejumlah mahasiswa Katolik asal Papua yang studi di Sulawesi Utara, baik yang dibiayai oleh keuskupan maupun biaya sendiri.

Para pendiri MKC Papua telah meletak satu dasar perubahan. Karena itu, Januarius  berharap Mahasiswa Katolik Papua yang studi di luar Papua harus menjadi agen perubahan dinegerinya. “Intelektual katolik merupakan agen perubahan mesti mampu melihat, menganalisis dan membuat suatu  terobosan baru dalam mengatasi persoalan-persoalan agama  sosial, budaya, ekonomi,politik, hukum dan HAM di Tanah Papua dengan berasaskan cinta kasih,”tegas Lagowan.

Lagowan juga berharap Mahasiswa Katolik Cendrawasih Papua dan seluruh Mahasiswa Papua di seluruh kota Studi harus mampuh menjadi agen perubahan yang actor, bukan spektaktor dalam melihat, menganalisis dan menyelesaikan persoalan di kampus dan di Papua dengan baik.

Sementara itu, dalam sambutanyan pelantikan, Mgr.Suwatan mengatakan Mahasiswa katolik Papua harus mampu mewartakan injil sebagai mahasiswa katolik dengan terus membenahi diri dalam persaudaraan dan cinta kasih dalam mengatasi krisis sumberdaya manusia (SDM) di Papua, sehingga seluruh persoalan di Papua dapat diatasi dengan baik dan bukan berujung pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dengan situasi Papua saat ini, kader katolik asal Papua harus mampu menterjemahkan kemahasiswaannya dan kekatolikannya dalam kehidupan di masyarakat” kata Ferlan Pangalila SH.MH. Pangalila Dewan Pembina Awam MKC-Papua St.Albertus Agung berharap Mahasiswa Katolik Candrawasih (MKC)-Papua harus rukun dan bersatu sehingga tidak terpengaruh dengan situasi politik Papua akhir-akhir ini yang memecah belah persatuan orang Papua. Hanya dalam persatuan Mahasiswa Katolik Papua dapat menjadi agen-agen perubahan.

Misa pelantikan ini juga sebagai doa penyambutan mahasiswa/i Gereja katolik lima keuskupan di tanah Papua yang ada di Manado, Sulawesi Utara atas terpilihnya,  Cardinal Argentina, Jorge Mario Bergoglio sebagai pemimpin Gereja Katolik di seluruh dunia. (Jubi/Mawel)

 

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENGURUS DPP MKC PAPUA DILANTIK