SOLPAP HARAP PEMBANGUNAN PASAR ADA KEMAJUAN

share on:
Perwakilan Solpap Saat Bertemu Komisi D DPRP, Kadis PU Papua, dan Kepala Perum Damri Jayapura. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 22/3 (Jubi) – Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) berharap rencana pembangunan pasar bagi mereka tidak jalan ditempat, namun ada kemajuan.

Ketika bertemu Komisi D DPR Papua, Kepala Dinas PU Papua dan Kepala Perum Damri Jayapura, Sekertaris Solpap, Robert Jitmau mengatakan, pihaknya hanya berharap agar rencana pembangunan pasar bagi pedagang asli Papua ada kemajuan.

“Jangan seperti ini terus. Setiap tahun hanya begini-begini saja. Jalan ditempat. Tidak ada hasil. Kalau soal dana saya pikir dana Otsus ini besar,” kata Robert Jitmau, Jumat (22/3).

Menurutnya, jika dana yang ada bisa digunakan untuk hal seperti Raimuna, Pemilukada serta rencana pameran Otsus, kenapa untuk pembangunan pasar pedagang asli Papua tidak bisa.

“Raimuna, Pemilukada hingga rencana Pameran Otsus pakai dana besar. Lalu kenapa mama-mama tidak bisa dibangunkan pasar. Kita harus yakin bisa. Kami hanya ingin agar pembangunan pasar bisa terealisasi,” ujar Jitmau.

Koordinator Solpap, Pdt. Dora Balubun menyoroti pasar sementara yang ditempati pedagang asli Papua saat ini. Ia menilai, lokasi pasar tidak aman. Untuk itu Dora meminta Dinas PU Provinsi Papua membangun pagar bagi pasar tersebut.

“Tujuannya agar orang mabuk jangan masuk seenaknya. Kami juga butuh kepastian. Paling tidak satu bangunan sederhana harus ada. Yang penting mama-mama bisa tempati. Kami juga berharap, saat kami diundang kami tidak lagi mendengar masalah tanah. Tapi kami harap pasar sudah bisa dibangun,” kata Dora Balubun.

Sementara itu Ketua Komisi D DPR Papua, Yan Mandenas mengatakan, yang menjadi kendala saat ini belum adanya kepastian tanah untuk lokasi Damri yang baru. Inilah hal yang harus diseriusi, terutama terkait hak ulayat.

“Kita berharap gubernur periode ini bisa melaksanakan itu. Agar tidak terlalu lama, setelah lokasi Damri dipindahkan, pasar mama-mama bisa dibangun. Satu lantai saja dulu. Tidak perlu lima lantai,” ujar Yan Mandenas.

Anggota Komisi D, Herman Rahael mengatakan, kenapa  kita anak-anak Papua yang ada dipemerintahan dan DPR Papua tidak bisa memperjuangkan ini. Anak Papua sendiri yang tidak mempedulikan mama-mama Papua.

“Pasar ini sudah diperjuangkan sejak 2009. Untuk pembangunan hal yang tidak penting kita bisa kejar sampai selesai. Tapi begini kenapa sulit. Mama-mama tidak menuntut banyak. Hanya butuh pasar. Itu saja,” kata Herman Rahael. (Jubi/Arjuna)

 

 

 

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SOLPAP HARAP PEMBANGUNAN PASAR ADA KEMAJUAN