KNPB SESALI PENGGELEDAHAN POLISI DI EXPO

share on:
Ilustrasi Polisi (IST)

Jayapura, 4/4 (Jubi) – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyesalkan tindakan polisi yang mengeledah rumah warga di kawasan Perumnas I  Expo, Waena, Jayapura, Papua,  Rabu (3/4) dengan alasanmencari Danny Wenda. 

Pernyataan itu disampaikan Wim Medlama, juru bicara KNPB  kepada tabloidjubi.com, di Abepura, Kamis (4/4). “Polisi mengeledah rumah saudari IM dan rumah-rumah warga lain itu sangat tidak benar. Polisi tidak mungkin dapat Danny Wenda,” tegas.

Wim menegaskan, polisi tidak mungkin menemukan Danny di Rumah warga yang digeledah. Pasalnya, sejak Danny menjadi DPO, dia tidak lagi menunjukan batang hidungnya di kota Jayapura. “Kami saja tidak pernah bertemu Danny. Tidak tahu ia sudah menghilang ke mana? Kami tidak tahu,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Wim, penggeledahan itu mencari tahu keberadaan  Danny. “Pengeledahan tidak masuk akal bisa dibilang omong kosong saja. Mencari persoalan saja,” katanya. Ia menduga polisi ada kerja sama dengan pihak tertentu dengan kepentingan. “Polisi pasti ada permainan dengan agenda itu,” katanya.

Terkait komentar pihak polda tidak mencari aktvis KNPB melainkan Danny karena DPO terkait kasus penembakan di kota Jayapura pada juli 2012, Wim Medlama mempertayakan alasan itu. “Kalau Danny bukan anggota KNPB, mengapa polisi cari. Ia itu kan satu paket dengan Almarhum Mako Tabuni,” katanya. (Jubi/Mawel)

Editor : Musa Abubar
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KNPB SESALI PENGGELEDAHAN POLISI DI EXPO